MALANG KOTA – Viral di media sosial karena disebut sebagai “mal terkecil di dunia”, Malang Town Square (Matos) justru merasakan dampak positif. Pengelola menyebut kunjungan ke pusat perbelanjaan tersebut meningkat signifikan selama Ramadan.
Mall Director Matos Fifi Trisjanti menanggapi santai konten viral yang dibuat oleh seorang kreator TikTok tersebut. Menurutnya, setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di media sosial.
“Biarkan saja, orang punya hak untuk menilai atau bahkan menjelek-jelekkan. Tetapi Tuhan itu baik, yang membela juga banyak,” ujarnya.
Baca Juga: Manfaatkan Ramadan untuk Berbagi, Matos Bagikan 4.000 Takjil ke Masyarakat
Fifi menilai konten tersebut bukan bentuk persaingan usaha. Ia menganggap video yang viral itu lebih sebagai hiburan khas media sosial yang dibuat kreator konten untuk menarik perhatian publik.
Karena itu, pihak manajemen Matos tidak berencana mengambil langkah khusus. Termasuk langkah hukum atau meminta permintaan maaf kepada pembuat konten.
“Tidak ada permintaan maaf dan saya juga tidak memaksa dia minta maaf. Yang harus dipikirkan itu ada berapa ribu karyawan di sini yang mencari nafkah,” tegas Fifi.
Di sisi lain, ia justru melihat adanya dampak positif dari viralnya konten tersebut. Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah pengunjung Matos mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga: Musim Mudik, Penumpang Libur Lebaran di Malang Tak Seramai Dulu
Menurut Fifi, kenaikan pengunjung terlihat jelas selama Ramadan tahun ini. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, peningkatannya mencapai sekitar 25 hingga 30 persen.
Sementara jika dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu, jumlah pengunjung juga mengalami kenaikan sekitar 15 persen.
“Kalau dibandingkan bulan sebelumnya naik 25 sampai 30 persen. Kalau dibandingkan Ramadan tahun lalu, kenaikannya 15 persen,” jelasnya.
Fifi menambahkan, meningkatnya jumlah pengunjung tersebut menjadi angin segar bagi para pelaku usaha yang beroperasi di dalam mal. Apalagi Matos menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat, terutama mahasiswa dan keluarga di Kota Malang.
Ia berharap momentum peningkatan kunjungan ini dapat terus berlanjut, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi para tenant serta ribuan karyawan yang menggantungkan penghidupan di Matos.
Editor : Aditya Novrian