MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pelaku bisnis perhotelan di Kota Malang sempat khawatir okupansi pada libur Lebaran tak mencapai target. Sebab hingga H-2 Hari Raya Idul Fitri, keterisian kamar masih 70 persen.
Hasilnya, sehari sebelum Lebaran hingga H+1, rata-rata okupansi di setiap hotel di Kota Malang berkisar 60 sampai 70 persen. Capaian itu di luar ekspektasi pelaku bisnis perhotelan. Sebab, awalnya mereka optimistis bisa menggenjot okupansi hingga 100 persen.
Namun saat kondisi ekonomi sedang labil seperti ini, hotel kesulitan meningkatkan keterisian kamar. Ditambah pada Lebaran kali ini, waktunya sangat dekat dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada Desember 2025 lalu.
Baca Juga: Dekat dengan Momen Nataru Jadi Salah Satu Penyebab Okupansi Hotel Jelang Lebaran Menurun
”Untuk rata-rata lama menginap tamu, kebanyakan mengambil selama dua hari. Dan, mayoritas full booked sampai akhir pekan,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Agoes Basoeki.
Mayoritas tamu berasal dari Jakarta, Jogjakarta, hingga Bandung. Perkiraan pihaknya, okupansi 60 sampai 70 persen bakal terus berlanjut hingga hari ini (29/3).
Di tempat lain, Tim Marketing Pelangi Hotel Ardha Orbita menuturkan, okupansi di hotelnya selama Lebaran mencapai 70 persen. Rata-rata tamu menginap selama dua hari. Pesanan kamar paling banyak terjadi pada H+1 Lebaran.
Baca Juga: Okupansi Hotel di Kota Malang Jelang Lebaran Mulai Menurun
”Tamu yang datang juga didominasi wisatawan Nusantara,” ujar Ardha. Pihaknya memproyeksikan okupansi bisa 100 persen seperti tahun lalu.
Namun melihat kondisi ekonomi, pihaknya hanya menargetkan 80 persen okupansi, dan realisasinya hampir menyentuh target.
Ardha mengungkapkan, sektor perhotelan sudah mengalami penurunan sejak awal tahun. Lebaran seharusnya menjadi kesempatan untuk menaikkan penjualan kamar mereka. Namun rupanya tahun ini belum maksimal.
Di tempat lain, General Manager Whiz Prime Hotel Aziz menuturkan, tamu baru menginap pada menit-menit terakhir sebelum Lebaran. Sehari sebelum Lebaran, okupansi di hotelnya masih 80 persen.
”Kalau sejak hari pertama Lebaran, okupansi sudah 100 persen hingga akhir pekan ini,” paparnya. Mayoritas tamu menginap satu malam saja. H+1 Lebaran menjadi momen paling padat karena tamu lebih banyak berdatangan. (aff/by)
Editor : A. Nugroho