SUMBERPUCUNG, RADAR MALANG – Produk rengginang asal Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, terus menunjukkan perkembangan. Desa yang dikenal sebagai Kampung Rengginang itu kini memiliki sekitar 20 produsen yang aktif memproduksi camilan berbahan dasar beras ketan tersebut. Salah satu pelaku usaha yang berhasil meningkatkan penjualan adalah Rengginang Kencana.
Owner Rengginang Kencana Mohamad Azmi mengungkapkan, usaha tersebut merupakan kelanjutan dari bisnis keluarga. Pada awalnya, pemasaran masih dilakukan secara konvensional dengan menitipkan produk ke toko-toko. Penjualan saat itu tergolong rendah. Dalam sehari, produk yang terjual hanya beberapa bungkus.
Baca Juga: Shopee Dukung Pemberdayaan UMKM Lokal di Sumberpucung dan Poncokusumo
Perubahan mulai dilakukan pada 2022 ketika Azmi mencoba memanfaatkan platform e-commerce untuk memperluas pasar. Pada tahap awal, respons konsumen belum signifikan.
”Dalam satu pekan, pesanan yang masuk hanya berkisar satu hingga dua order,” ungkap Azmi kepada Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin siang. Namun, perlahan permintaan mulai meningkat seiring produk semakin dikenal di marketplace.
Puncak peningkatan terjadi pada Ramadan 2026. Dalam satu hari, jumlah pesanan bisa mencapai sekitar 1.000 bungkus. Secara total, selama satu bulan, pesanan mencapai sekitar 10.000 bungkus. Untuk menjaga kualitas dan kestabilan produksi, pihaknya menerapkan sistem buka-tutup pemesanan.
Selain penjualan eceran, Azmi juga mengembangkan jaringan reseller. Harga untuk konsumen eceran dipatok Rp 24.000 per kemasan 250 gram. Sementara itu, untuk reseller dijual dengan harga belasan ribu rupiah dengan minimal pembelian 300 bungkus.
Saat ini, terdapat sekitar 10 reseller yang tersebar di Sidoarjo, Surabaya, hingga luar pulau seperti Kalimantan dan Papua. Setiap wilayah dibatasi satu reseller untuk menghindari persaingan harga.
”Di sisi produksi, proses pembuatan rengginang masih mempertahankan cara tradisional. Pencucian beras ketan dimulai pada malam hari sekitar pukul 22.00 kemudian ditiriskan pada dini hari sebelum dicampur bumbu sesuai varian rasa,” beber Azmi. Setelah dikukus, adonan dicetak dan dijemur di atas alas bambu.
Proses penjemuran bergantung pada kondisi cuaca. Dalam kondisi panas terik, pengeringan dapat selesai dalam waktu sekitar empat jam. Setelah kering, produk langsung dikemas. Dengan penyimpanan yang baik, rengginang dapat bertahan hingga satu tahun. (yun/adn)
Editor : Aditya Novrian