NEW YORK, RADAR MALANG - Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa melakukan kunjungan strategis ke New York dan Washington DC, Amerika Serikat, pada Senin, 13 April 2026.
Pertemuan ini bertujuan memberikan kepastian ekonomi kepada sejumlah manajer aset raksasa dunia seperti BlackRock, HSBC, dan Lazard Asset Management.
Baca Juga: Viral Pulau Dijual Rp65 Miliar, KKP Perketat Pengawasan Wilayah Terluar
Langkah tersebut diambil pemerintah untuk menepis berbagai sentimen negatif dan isu kesehatan fiskal domestik yang sempat memicu keraguan pasar.
Purbaya memaparkan secara rinci kondisi fundamental ekonomi nasional terkini serta proyeksi strategi fiskal Indonesia ke depan.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mampu mencapai angka 5,5 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Capaian ini menjadi kunci utama dalam menjaga minat investasi agar tetap mengalir ke pasar keuangan dalam negeri.
Baca Juga: Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Balik Nama Kendaraan Bekas di Samsat Kota Malang Kini Dipermudah
"Di Indonesia banyak noise bahwa fiskal kita bermasalah, jadi mereka ingin memastikan bahwa itu tidak benar," tegas Purbaya Yudi Sadewa di New York.
Beliau menambahkan bahwa para investor raksasa tersebut akhirnya menerima penjelasan pemerintah karena didasari data yang akurat.
Baca Juga: Simak 5 Strategi Jitu agar Lolos UTBK-SNBT 2026, Nomor Pertama Jangan Sampai Terlewat
Meskipun beberapa lembaga rating sempat memberikan outlook negatif, para pengelola dana jumbo menilai arah kebijakan pemerintah sudah tepat.
Mereka yakin bahwa pondasi ekonomi Indonesia masih sangat kokoh di tengah gejolak ekonomi global saat ini.
Baca Juga: Pasar Sawojajar Kota Malang Akan Disulap Jadi Sentra Kuliner, Bisa Tampung 30 UMKM Baru
Namun, pihak investor memberikan catatan agar pemerintah segera memperbaiki pola komunikasi kepada pasar global.
Hal ini bertujuan agar persepsi terhadap kondisi ekonomi Indonesia tidak terdistorsi oleh berbagai isu yang tidak benar.
Di sisi lain, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto turut menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini tetap tangguh. Beliau menyebutkan bahwa ketahanan nasional saat ini jauh dari risiko krisis seperti yang terjadi pada tahun 1998 silam.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS, Pemerintah Pastikan Kondisi Fiskal Tetap Aman
Pemerintah optimistis minat investasi asing akan semakin membesar seiring dengan realisasi target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan.
Kepastian hukum dan konsistensi kebijakan fiskal menjadi faktor utama untuk menjaga kepercayaan jangka panjang bagi pemegang modal dunia.
Editor : Aditya Novrian