JAKARTA, RADAR MALANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menunjukkan kinerja solid. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, perseroan menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk tahun buku 2025.
Jumlah tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp137 per saham atau Rp20,6 triliun yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2026.
Pembagian dividen itu mengacu pada laba bersih konsolidasian BRI hingga 31 Desember 2025 yang mencapai Rp57,13 triliun. Sementara laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.
Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi mengatakan, kebijakan dividen tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pemberian nilai kepada pemegang saham dan keberlanjutan bisnis.
“Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang untuk mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.
Dari sisi permodalan, hingga akhir 2025 ekuitas BRI tercatat sebesar Rp330,9 triliun atau tumbuh 2,4 persen secara tahunan. Capaian itu tetap kuat meski perseroan menyalurkan dividen sepanjang tahun.
Sementara dari sisi likuiditas, BRI mencatat Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 136,9 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 117,7 persen. Angka tersebut menunjukkan kondisi likuiditas yang memadai dan struktur pendanaan yang stabil.
Permodalan BRI juga tergolong sangat kuat. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 26,63 persen secara konsolidasi dan 23,52 persen untuk bank only, jauh di atas ketentuan regulator.
Dengan fundamental tersebut, BRI optimistis mampu menjaga pertumbuhan bisnis. Dalam RKAP 2026, perseroan memproyeksikan pertumbuhan kredit di kisaran 7 hingga 9 persen secara tahunan.
“Proyeksi ini mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi domestik, khususnya di segmen UMKM sebagai core business BRI,” tandas Achmad.
Editor : Aditya Novrian