Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

QRIS Resmi Merambah Jepang dan Tiongkok, Digitalisasi Rupiah Tembus Pasar Global

Satya Eka Pangestu • Minggu, 3 Mei 2026 | 11:48 WIB
BABAK BARU: QRIS Indonesia Kini Bisa Digunakan di Sembilan Negara. (Sumber: Istimewa)
BABAK BARU: QRIS Indonesia Kini Bisa Digunakan di Sembilan Negara. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, RADAR MALANG - Sistem pembayaran digital Indonesia terus menunjukkan taji dengan memperluas jangkauan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke kancah internasional.

Langkah ini diambil oleh Bank Indonesia (BI) guna memperkuat konektivitas pembayaran regional dan mendukung efisiensi transaksi lintas negara bagi masyarakat.

Baca Juga: Anjloknya Rupiah Picu Kekhawatiran Inflasi, BI Optimalkan Instrumen Moneter

Saat ini, terdapat sembilan pasar global yang telah membuka akses atau sedang dalam proses integrasi pembayaran QR Indonesia.

Negara-negara tersebut meliputi Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, Brunei Darussalam, Jepang, hingga Korea Selatan.

Momentum bersejarah terjadi pada 17 Agustus 2025, di mana QRIS resmi diluncurkan di Jepang melalui skema interoperabilitas dengan JPQR Global.

Baca Juga: Siap Sambut Hari Buruh 1 Mei, Prabowo Janjikan Hadir dan Berikan Cinderamata

Pencapaian ini menandai debut perdana sistem pembayaran domestik Indonesia di luar kawasan Asia Tenggara.

Setelah sukses di Jepang, Indonesia kini memasuki fase sandbox atau uji coba terbatas di Tiongkok melalui kolaborasi dengan UnionPay.

Baca Juga: Wacana Menkeu Purbaya Pajaki Selat Malaka Terjegal, Siapakah Pemilik Selat Malaka Sebenarnya?

Sebanyak 24 penyelenggara jasa pembayaran asal Indonesia terlibat aktif untuk memastikan stabilitas sistem di negeri tirai bambu tersebut.

Berdasarkan data terbaru, QRIS secara resmi memulai ekspansinya ke Tiongkok pada 30 April 2026.

Selain itu didapatkan hasil volume transaksi uji coba di Tiongkok bahkan telah menembus angka 1,64 juta transaksi.

Baca Juga: Respon Cepat Pemerintah! Presiden Prabowo Targetkan Flyover Bekasi Rampung Pasca Insiden Kecelakaan Maut KRL vs KA Argo Bromo

Nilai transaksi tersebut setara dengan Rp556 miliar, sebuah angka yang menunjukkan antusiasme besar dari para pengguna.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, berharap interkoneksi ini mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perdagangan internasional secara signifikan.

Kemudahan pembayaran menjadi faktor krusial yang dicari wisatawan saat berkunjung ke mancanegara tanpa perlu membawa uang tunai.

Baca Juga: Perkuat Hilirisasi! Danantara Perluas Investasi Rendah Karbon Lewat Kerja Sama Strategis dengan Singapura

Kehadiran QRIS di luar negeri memungkinkan wisatawan cukup memindai kode QR melalui ponsel untuk bertransaksi dalam mata uang lokal.

Inovasi ini tidak hanya menguntungkan pelancong, tetapi juga membuka peluang besar bagi pelaku UMKM di koridor ekonomi Asia.

Dengan target perluasan ke India dan Arab Saudi, Bank Indonesia optimis rupiah digital akan semakin diakui secara global.

Baca Juga: Kue Beras Khas Korea yang Ramai Dicari di Malang karena Kenyalnya Bikin Nagih

Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi finansial Indonesia mampu bersaing dan memberikan solusi praktis di era digitalisasi.

Editor : Aditya Novrian
#qr antar negara #Digital Payment #bank indonesia #qris #China