Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Investor Ritel di Malang Meningkat, Transaksi Reksa Dana Tembus Rp 151 Miliar

Nahdiatul Affandiah • Selasa, 5 Mei 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi Reksa Dana di M-Banking. (BRI for Radar Malang)
Ilustrasi Reksa Dana di M-Banking. (BRI for Radar Malang)

KABUPATEN, RADAR MALANG – Minat investor ritel di Kabupaten Malang tetap tinggi dengan transaksi reksa dana mencapai Rp 151 miliar dan jumlah investor tumbuh 45,76 persen hingga Februari 2026, meski kondisi ekonomi domestik dan global sedang tidak stabil.

Lonjakan Transaksi Reksa Dana dan Saham

Transaksi reksadana di Malang Raya tercatat mencapai Rp 151 miliar dengan aktivitas pasar saham juga mengalami peningkatan signifikan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Farid Faletehan menyampaikan bahwa volume transaksi saham mencapai 11,2 juta dengan nilai sekitar Rp 4,7 miliar selama Februari 2026. Angka tersebut tumbuh 102 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Investasi Semakin Mudah, BRI Hadirkan Fitur Reksa Dana di Super Apps BRImo

“Transaksi saham mengalami lonjakan cukup signifikan, baik dari sisi volume maupun nominal,” ujarnya.

Jumlah Investor Terus Bertambah

Jumlah investor di Malang Raya terus meningkat dengan total Single Investor Identification (SID) mencapai 441.454 orang.

Angka tersebut tumbuh sebesar 45,76 persen dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap instrumen investasi pasar modal, baik saham, obligasi, maupun reksa dana.

Baca Juga: Prihatin Kondisi Angkot, Investor Lokal Tertarik Konversikan ke Kendaraan Listrik

Reksa dana sendiri merupakan wadah penghimpunan dana dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi profesional untuk ditempatkan dalam berbagai instrumen seperti saham, obligasi, dan pasar uang.

 

Potensi Perlambatan Saat Ramadan dan Lebaran

OJK memperkirakan transaksi pada Maret dan April cenderung stagnan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Farid menjelaskan, periode Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri biasanya diikuti peningkatan pengeluaran, sehingga aktivitas investasi cenderung melambat sementara.

Baca Juga: 44,43 Persen Penyaluran Kredit di Kota Malang untuk Modal Kerja, Ini Perinciannya dari OJK

“Untuk Maret dan April masih dalam perhitungan, namun diperkirakan stagnan karena bertepatan dengan momen Ramadan dan Lebaran,” jelasnya.

 Reformasi Pasar Modal untuk Transparansi

OJK bersama BEI dan KSEI melakukan empat langkah reformasi untuk meningkatkan transparansi pasar modal.

Pertama, publik kini dapat mengakses data kepemilikan saham perusahaan terbuka di atas 1 persen. Kedua, penerapan high shareholding concentration (HSC) sebagai peringatan dini terkait konsentrasi kepemilikan saham.

Baca Juga: Disdikbud Bimtek 560 Siswa SMP soal Perilaku Positif dan Literasi Keuangan dengan Libatkan OJK dan Tokoh Publik

Ketiga, penguatan klasifikasi investor dalam data KSEI menjadi 39 tipe untuk meningkatkan detail informasi. Keempat, peningkatan batas minimum free float saham publik menjadi 15 persen sesuai Peraturan Bursa Nomor I-A.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pasar modal Indonesia,” tandas Farid.

Editor : Aditya Novrian
#investor ritel Malang #reksadana Malang #transaksi saham Malang #jumlah investor SID #ojk malang