Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Produksi Kopi Kabupaten Malang Tertinggi Kedua Se-Jatim

Indah Mei Yunita • Minggu, 17 Mei 2026 | 13:11 WIB
Ilustrasi kopi di Malang
Ilustrasi kopi di Malang

 

KEPANJEN, RADAR MALANG - Kopi menjadi komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Malang. Luas area lahannya semakin bertambah sejak tiga tahun terakhir. Dari 20,67 ribu hektare pada 2023 kemudian bertambah menjadi 21,11 ribu hektare pada 2024. Pada 2025, luasannya menjadi 21,15 ribu hektare. Itu sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang pada 2025.

Bertambahnya luasan itu juga diiringi dengan peningkatan produksinya. Menurut sumber data yang sama, produksi kopi pada 2023 mencapai 14,24 ribu ton. Kemudian meningkat menjadi 15,05 ribu ton pada 2024. Pada 2025, terdapat peningkatan kembali menjadi 16,49 ribu ton.

Jumlah tersebut merupakan produksi terbesar kedua di Jawa Timur dengan total 79.406 ton.

“Masih banyak peluang untuk mengoptimalkan produk kopi di Kabupaten Malang. Kami akan terus melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi,” ucap Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicenna Medisica Sani Putera beberapa waktu lalu.

Intensifikasi, lanjut Avicenna dilakukan melalui perbaikan budidaya. Sedangkan ekstensifikasi menurutnya dilakukan melalui perbaikan lahan-lahan kopi yang rusak untuk ditanami kembali

Dari sisi produksi, saat ini terbanyak ada di Kecamatan Tirtoyudo, yakni 4.338 ton.  Sementara produksi terbanyak kedua ada di Kecamatan Dampit dengan 2.848 ton. Sedangkan, daerah yang tidak memproduksi kopi sama sekali yakni Pagelaran, Gondanglegi, dan Sumberpucung.

Sebab, kecamatan tersebut berada di dataran rendah dan tidak cocok untuk budidaya kopi. Meskipun lahan semakin luas dan produksi terus meningkat, Pemkab Malang akan tetap mengoptimalkan potensi komoditas unggulan tersebut. (yun).

Editor : A. Nugroho
#Kopi #malang #komoditas