MALANG KOTA, RADAR MALANG – Harga logam mulia emas di Malang mengalami penurunan cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir. Namun di tengah harga yang lebih murah, stok emas gramasi kecil justru sulit ditemukan di Pegadaian Cabang Malang akibat tingginya permintaan masyarakat.
Emas ukuran 1 gram hingga 5 gram kini menjadi buruan nasabah untuk kebutuhan tabungan dan investasi jangka panjang.
Permintaan Emas Gramasi Kecil Naik 20 Persen
Humas Pegadaian Malang Herlin Ira mengatakan, peningkatan permintaan emas gramasi kecil terjadi setelah harga emas turun dari level tertinggi saat Ramadan.
Baca Juga: Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.672 per Dolar AS, Ini Daftar Barang yang Terancam Naik Harganya
Sebelumnya, harga emas sempat mencapai Rp 3,4 juta per gram. Kini harga jual berada di kisaran Rp 2,7 juta per gram.
Sementara harga buyback juga turun dari Rp 3 juta menjadi sekitar Rp 2,3 juta per gram.
“Banyak yang tanya gramasi kecil seperti 1 gram hingga 5 gram, tapi yang tersedia saat ini hanya 50 gram dan 100 gram saja,” ujar Herlin.
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Keagenan, BRILink Agen Siap Panen Hadiah Emas lewat Program Spesial
Menurut dia, peningkatan permintaan emas kecil di Pegadaian Malang mencapai sekitar 20 persen setiap hari.
Stok Emas 1 Gram Kosong
Berdasarkan data akhir Maret lalu, stok emas di Pegadaian Malang tersisa dalam jumlah terbatas dan mayoritas hanya gramasi besar.
Untuk merek Galeri 24, tersisa lima keping emas 100 gram. Sedangkan Antam Retro tinggal dua keping ukuran 50 gram dan UBS Gold tersisa satu keping ukuran 100 gram.
Sementara emas ukuran kecil seperti 1 gram hampir selalu kosong.
Padahal, emas 1 gram menjadi pilihan favorit masyarakat karena harganya relatif lebih terjangkau, yakni sekitar Rp 1,4 juta.
“Banyak nasabah mencari gramasi kecil untuk menabung,” tambah Herlin.
Baca Juga: Hilirisasi Industri dan Sektor Padat Karya Menjadi Landasan Menuju Indonesia Emas 2045
Nasabah Cicil Emas Ikut Antre Stok
Kelangkaan stok juga berdampak pada pelanggan cicil emas digital yang ingin mencetak emas fisik.
Sebagian nasabah kini harus menunggu giliran karena Pegadaian Malang masih menunggu distribusi stok dari pusat.
Meski demikian, minat masyarakat terhadap investasi emas disebut masih cukup tinggi, terutama saat harga mengalami penurunan.
Editor : Aditya Novrian