MALANG KOTA-RADARA MALANG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok. Kemarin (18/5) ditutup pada level 6.599. Penurunan itu dipicu banyak faktor. Seperti pengumuman MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index dan melemahnya rupiah.
MSCI diketahui resmi mengoreksi enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index. Tiga saham pertama yaitu milik PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Saham lain dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Salah satu pengurus komunitas saham malang Avicenna Raihan Kusuma menuturkan, momen anjloknya harga saham itu sudah lama diantisipasi anggotanya. Sebab sejak Januari banyak investor luar negeri secara massif menjual sahamnya di pasar modal domestik. ”Jadi sebelum pasar drop, kami mulai trimming posisi dengan menjual sebagian saham untuk profit taking,” ujarnya.
Dirinya bersama anggota komunitas banyak meneliti mana saja perusahaan yang kinerjanya baik dan bisnisnya lancar. Caranya dengan meneliti pada bagian keterbukaan informasi perusahaan di website BEI. Mereka mencari perusahaan yang melaporkan ekspansi, akuisisi, hingga yang terjun ke prospek bisnis baru.
Namun bukan berarti analisis itu tanpa risiko. Sebab sektor yang prospektif tidak semata-mata menyebabkan saham di dalamnya ikut mendatangkan keuntungan. ”Seperti saat ini prospek energi bagus, tapi tidak semua perusahaan energi baik untuk diberi investasi,” paparnya.
Dirinya masih wait and see, apakah memungkinkan IHSG bakal terus anjlok ke depannya. Sebab kebijakan yang kurang tepat bisa berpengaruh pada ambang batas IHSG. Saat ini, komunitasnya yang memiliki 300 lebih anggota. dari kalangan Generasi Z itu ikut khawatir. Sebab kondisi ekonomi tak kunjung positif sejak awal tahun tiba. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo