Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Transaksi QRIS di Kota Malang Capai Rp 3,6 T Selama 3 Bulan, Maret Catat Aktivitas Pembayaran Digital Tertinggi  

Nahdiatul Affandiah • Senin, 25 Mei 2026 | 14:17 WIB
BERI KEMUDAHAN: Seorang pembeli memanfaatkan pembayaran digital dengan QRIS, pekan lalu. Sudah  ada 686.744 merchant yang menggunakan QRIS di area Malang. (Foto: Darmono/Radar Malang)
BERI KEMUDAHAN: Seorang pembeli memanfaatkan pembayaran digital dengan QRIS, pekan lalu. Sudah ada 686.744 merchant yang menggunakan QRIS di area Malang. (Foto: Darmono/Radar Malang)

 MALANG KOTA-RADAR MALANG - Pembayaran digital menggunakan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) makin digemari masyarakat Kota Malang. Satu indikasinya, nominal transaksi sejak Januari hingga Maret sudah mencapai angka Rp 3,6 triliun. Transaksi tertinggi tercatat pada bulan Maret dengan total 1,2 triliun.

 Sedangkan pada tahun 2025, nominal transaksi QRIS mencapai angka Rp 12,9 triliun. Meningkat dibanding tahun 2024 yang mencapai Rp 7,4 triliun. Sepanjang tahun 2025, terdapat 109 juta kali transaksi QRIS.

 ”Tahun ini sudah ada 686.744 merchant yang menggunakan QRIS di area Malang, sekitar 70 persennya dari UMKM,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Indra Kuspriyadi. Perkembangan ekosistem QRIS di Kota Malang terbilang sangat pesat. Khususnya di kalangan anak-anak muda.

 Ada tiga sektor UMKM di Kota Malang yang cukup banyak memanfaatkan teknologi QRIS. Di antaranya, kuliner, fashion, dan digital kreatif. Selain itu, penggunaan QRIS di pasar tradisional juga meningkat. Pasar Rakjat Klojen dan Pasar Oro-oro Dowo diklaim BI menyumbang pertumbuhan pembayaran digital itu.

 ”Potensi pariwisata di Kota Malang juga cukup besar, jadi dukungan untuk digitalisasi wisata makin mudah,” lanjut mantan Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara itu. Dengan digitalisasi keuangan terpusat di Kampung Heritage Kajoetangan sebagai percontohan. Program terbaru, mulai diluncurkan QRIS Tap pada November 2025 lalu. Tujuannya, mempermudah akses masyarakat saat pembayaran. 

Salah satu UMKM di Kota Malang Bakso Djenggot di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Klojen mengaku 50 persen pelanggannya memilih membayar dengan QRIS. Itu didominasi anak muda. Sementara 50 persennya masih menggunakan uang tunai yang didominasi pelanggan berumur 35 tahun ke atas.

 ”Saya memakai empat jenis QRIS karena potongannya beda-beda,” ujar Abdul Malik, pemilik Bakso Djenggot. Outlet miliknya sudah buka sejak tahun 2018, namun memutuskan menggunakan QRIS enam tahun berselang. Itu setelah, beberapa pelanggan ada yang kembali atau tak jadi membeli karena tak membawa uang tunai. (aff/gp)

 

Editor : Galih R Prasetyo
#QRIS BRI #bank indonesia #pembayaran digital #qris alat pembayaran