Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pecah Rekor, Inilah Realisasi Investasi Kota Malang Awal 2026

Nabila Amelia • Senin, 1 Juni 2026 | 19:24 WIB

 

DONGKRAK INVESTASI: Sektor perhotelan selalu masuk tiga besar penyumbang investasi di Kota Malang dalam dua tahun terakhir.
DONGKRAK INVESTASI: Sektor perhotelan selalu masuk tiga besar penyumbang investasi di Kota Malang dalam dua tahun terakhir.

 

MALANG KOTA – Tahun ini, iklim investasi di Kota Malang tumbuh positif. Dana investor yang mengalir pada kuartal pertama menembus Rp 1 triliun. Rekor triliunan itu belum pernah terpecahkan pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya.

Informasi yang dihimpun, realisasi kuartal pertama pada 2023 hanya Rp 400 miliar, kemudian pada 2024 berkisar Rp 840 miliar, dan 2025 sebesar Rp 992 miliar. Dari 1,018 triliun pada kuartal pertama 2026, sekitar Rp 843,1 miliar di antaranya dari penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sisanya Rp 175 miliar dari penanaman modal asing (PMA).

”Nilai investasi selama tiga bulan pertama pada 2026 mengalami peningkatan dibanding triwulan pertama 2025,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang Arief Tri Sastyawan kemarin (31/5)

Dia menyebut tiga sektor yang mendominasi investasi. Yakni transportasi, gudang, dan telekomunikasi. Nominalnya mencapai Rp 297, 3 miliar. Kemudian disusul industri makanan yang nilai investasinya Rp 261,5 miliar. Lalu yang ketiga adalah sektor perhotelan dan restoran dengan investasi Rp 211,1 miliar.

Arif mengatakan, sektor yang mendominasi investasi setiap tahun dinamis. Dia mencontohkan investasi di sektor pergudangan. Hal itu karena banyak industri di Kota Malang, sehingga dibutuhkan pergudangan untuk menyimpan barang. Namun kondisi tersebut bisa berubah karena menunggu capaian investasi sampai akhir 2026.

Berbeda dengan tahun lalu. Sepanjang 2025, dia melanjutkan, capaian investasi menyentuh angka Rp 3,06 triliun.

"Khusus capaian investasi kuartal pertama tahun 2025 lebih rendah dibanding tahun ini, yakni hanya Rp 992,4 miliar," sebut Arif.

Sementara untuk sektor yang menunjang capaian investasi sepanjang 2025 didominasi perdagangan dan reparasi. Nilai investasi dari keduanya mencapai Rp 1 triliun. Selanjutnya disusul hotel dan restoran dengan investasi Rp 869 miliar. Untuk posisi ketiga, sektor jasa yang nilai investasinya Rp 382 miliar.

Meskipun sektor yang menyumbang investasi fluktuatif, dia mengatakan, ada sektor yang selalu masuk tiga besar. Sektor tersebut menyumbang capaian investasi selama dua tahun terakhir, yakni hotel dan restoran.

Arif menyebut, selama dua tahun terakhir ada lima pengajuan izin pendirian hotel baru.

"Yang sekarang berproses adalah Java Dwipa Hotel di Jalan Cokroaminoto. Selain itu, ada Luminor Hotel dan Dinoyo Oasis Apartment,” beber pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.

Ada pula hotel-hotel lain seperti Hotel Novotel di Jalan Letjen Sutoyo. Kemudian yang sudah berdiri adalah Hotel Aston di Jalan Bendungan Sigura-gura.

"Satu lagi, ada investor yang mengajukan pembangunan hotel di sekitar Jalan Tumenggung Suryo," sambungnya.

Di samping itu, dia menambahkan, ada sektor-sektor baru yang sekarang turut menyumbang capaian investasi. Antara lain klinik kecantikan hingga lapangan padel. Arif berharap, adanya sektor-sektor baru bisa berpengaruh terhadap terpenuhinya target investasi sampai akhir 2026.(mel/dan)

Editor : Mahmudan
#Rekor investasi #ekonomi malang #Investasi Kota Malang