Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berawal dari Warung Sederhana, Niken Sukses Kembangkan Usaha Sembako Berkat Dukungan PNM Mekaar

Aditya Novrian • Senin, 8 Juni 2026 | 14:08 WIB
Berawal dari Warung Sederhana, Niken Sukses Kembangkan Usaha Sembako Berkat Dukungan PNM Mekaar
Berawal dari Warung Sederhana, Niken Sukses Kembangkan Usaha Sembako Berkat Dukungan PNM Mekaar

SEMARANG, RADAR MALANG – Dukungan permodalan dan pendampingan yang tepat menjadi faktor penting bagi pelaku usaha ultra mikro untuk berkembang. Hal itu dirasakan langsung oleh Niken Tiwi Arni, pemilik warung sembako di Kelurahan Pandansari, Semarang, yang berhasil memperkuat usahanya melalui program PNM Mekaar sebagai bagian dari ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group.

Usaha yang semula hanya berupa warung sembako sederhana kini berkembang menjadi salah satu pilihan utama warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa akses pembiayaan yang dibarengi pendampingan mampu mendorong pelaku usaha kecil naik kelas dan memperkuat ekonomi keluarga.

Berawal dari Warung Kecil dengan Stok Terbatas

Niken memulai usahanya dari warung sederhana dengan jenis barang yang masih terbatas. Namun, ia memiliki keinginan kuat untuk memperbesar usaha agar mampu memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih lengkap.

“Awalnya usaha saya kecil-kecilan, hanya warung sembako biasa. Tapi saya ingin warung ini bisa lebih lengkap supaya pelanggan tidak perlu ke tempat lain,” ujarnya.

Keinginan tersebut membawanya mengenal program PNM Mekaar melalui rekomendasi tetangganya. Setelah mengikuti pertemuan kelompok dan pendampingan, Niken memperoleh dukungan permodalan pada 2019 yang kemudian dimanfaatkan untuk memperkuat usaha secara bertahap.

Tidak Hanya Modal, Juga Pendampingan Usaha

Selain akses pembiayaan, Niken juga mendapatkan pendampingan dalam mengelola usaha. Ia memperoleh berbagai pengetahuan baru terkait pengelolaan stok barang, perputaran modal, hingga cara membaca kebutuhan pasar di lingkungan tempat tinggalnya.

Bekal tersebut membuat pengelolaan usahanya menjadi lebih terarah. Ketersediaan barang semakin lengkap sehingga pelanggan dapat memperoleh berbagai kebutuhan rumah tangga di satu tempat.

Seiring waktu, jumlah pelanggan terus bertambah. Warung miliknya kini menyediakan berbagai kebutuhan pokok mulai dari beras, minyak goreng, hingga produk kebutuhan sehari-hari lainnya.

“Perjalanan membangun warung sembako ini sangat panjang. Namun karena dukungan petugas dari BRI Group, saya yakin bisa mengembangkan usaha demi memperbaiki ekonomi keluarga,” katanya.

Penghasilan Lebih Stabil, Ekonomi Keluarga Menguat

Perkembangan usaha yang dirasakan Niken juga berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi keluarganya. Penghasilan yang semakin stabil membuat kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Ia mengaku kini dapat lebih tenang dalam membiayai pendidikan anak-anaknya tanpa harus menghadapi kekhawatiran seperti saat usaha masih merintis.

Bagi Niken, warung sembako yang berada di depan rumah bukan sekadar tempat berjualan. Usaha tersebut menjadi simbol perjuangan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.

Ke depan, ia berharap usaha yang dibangun secara bertahap tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

Holding Ultra Mikro Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas

Corporate Secretary BRI Dhany Danjaya menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro tidak hanya berhenti pada akses pembiayaan. Yang lebih penting adalah menciptakan ekosistem yang mampu mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Menurutnya, program PNM Mekaar menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu perempuan meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

“Sinergi dalam Holding Ultra Mikro antara BRI, Pegadaian, dan PNM menjadi kekuatan dalam memperluas akses layanan keuangan yang inklusif. Dengan dukungan tersebut, pelaku usaha mikro di berbagai daerah dapat berkembang secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kinerja pemberdayaan dalam ekosistem Holding Ultra Mikro juga menunjukkan tren positif. Sepanjang triwulan I 2026, tercatat sebanyak 1,2 juta nasabah PNM berhasil naik kelas, menunjukkan semakin besarnya dampak program terhadap pengembangan usaha mikro di Indonesia. (*)

Editor : Aditya Novrian
#usaha sembako #UMKM Semarang #PNM Mekaar #Holding Ultra Mikro #pemberdayaan perempuan