MALANG KOTA – Pendapatan negara dari sektor opsen pajak kendaraan menunjukkan hasil positif. Per kemarin (28/6), realisasinya menembus Rp 77 miliar. Perolehan tersebut diyakini dampak dari digencarkan sosialisasi kepada masyarakat.
Setoran tersebut berasal dari dua kategori. Yakni realisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang mencapai Rp 56 miliar atau 42,36 persen dari target Rp 132 miliar. Kemudian Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mendapatkan Rp 21 miliar atau 35,51 persen dari target Rp 60 miliar.
Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang Moh. Sulthon mengatakan, masih banyak masyarakat menganggap penerapan opsen PKB dan BBNKB identik dengan kenaikan pajak kendaraan bermotor. Padahal tahun ini tidak terdapat kenaikan tarif pajak kendaraan. Untuk itu, pihaknya menggencarkan sosialisasi di setiap kecamatan.
Ada tiga kecamatan yang sudah mendapatkan sosialiasi. Yakni Klojen, Kedungkandang, dan Sukun. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar terkait kebijakan opsen PKB dan BBNKB.
"Melalui sosialisasi masyarakat menjadi lebih paham terkait Opsen PKB dan BBNKB. Mengetahui tidak ada kenaikan, mereka akhirnya melakukan pembayaran pajak," terang Sulthon kemarin. Meski capaian menunjukkan hasil positif, dia mengatakan, bapenda masih memberi perhatian khusus pada peningkatan capaian Opsen BBNKB.
Sulthon menjelaskan, tantangan terbesar dalam Opsen BBNKB berkaitan dengan keterbatasan waktu masyarakat. Serta anggapan bahwa proses administrasi masih rumit. Karena itu, bapenda menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.
"Kami melaksanakan layanan jemput bola, bekerja sama dengan UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Malang Kota. Hingga kelurahan dan perumahan," tuturnya.
Melalui layanan keliling tersebut, masyarakat tidak hanya membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Saat ini sudah tersedia layanan pembayaran PKB dan BBNKB dalam satu lokasi.
Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji mendorong peningkatan realisasi Opsen PKB dan BBNKB. Karena dari dua jenis pajak itu, dia mengatakan, mampu menyumbang hingga ratusan miliar rupiah. Tinggal Pemkot Malang perlu meningkatkan sosialisasi maupun layanan jemput bola.
"Opsen pajak kendaraan ini menjadi salah satu penyumbang besar pendapatan daerah, kami berharap upaya realisasi dilakukan secara serius. Karena pendapatan daerah ini menentukan jalannya program Pemkot Malang," tandasnya.(adk/dan)
Editor : Mahmudan