Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Indeks Keyakinan Konsumen di Kota Malang Menurun, Terkoreksi Jadi 123,8 Poin pada Juni

Nahdiatul Affandiah • Rabu, 1 Juli 2026 | 14:29 WIB

 Aktivitas pedagang melayani pembeli di Pasar Mergan. (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)

Aktivitas pedagang melayani pembeli di Pasar Mergan. (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)

 MALANG KOTA -RADAR MALANG Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi terus terkoreksi. Itu terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di bulan Juni yang mencapai 123,8 poin. Sedangkan pada bulan Mei lalu masih 134,5 poin.

 Sementara itu, Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) bulan Juni sebesar 114,3 poin. Ikut terkoreksi dibanding bulan Mei sebesar 120 poin. Itu disebabkan indeks ketersediaan lapangan kerja dan indeks penghasilan ikut menurun.

 ”Kami mencatat indeks penghasilan turun menjadi 119,0 poin saja,” ujar Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Malang Indra Kuspriyadi. Indeks ketersediaan lapangan kerja bulan Juni hanya menyentuh angka 103,5 poin. Lalu indeks pembelian barang tahan lama atau durable goods 120,5 poin.

 Meski mengalami penurunan, kondisi ekonomi di Kota Malang diklaim masih terbilang aman. Sebab, seluruh indeks pembentukannya masih di atas 100 poin. Itu menunjukkan level optimistis di kalangan konsumen.

 Melihat fenomena penurunan tersebut, Ahli Ekonomi asal Universitas Brawijaya Joko Budi Santoso SE ME menuturkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang harus segera bertindak. Salah satunya, mempercepat penyerapan belanja daerah. Khususnya pada sektor padat karya dan percepatan penyaluran program bantuan sosial (bansos) apabila ada.

 ”Di tengah perlambatan investasi, APBD menjadi kunci untuk menstimulus perekonomian daerah,” ujar Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya itu. Pemkot juga harus mampu menjamin pengendalian harga seperti komoditas pangan. Tujuannya agar daya beli masyarakat tidak tergerus inflasi.

 Penurunan daya beli durable goods menjadi strategi masyarakat untuk memprioritaskan kebutuhan barang yang lebih utama. Untuk itu, Pemkot dapat menambah penanganan penurunan daya beli ini dengan program-program yang mengurangi pengeluaran masyarakat. Sebagai contoh subsidi transportasi yang setiap hari bersentuhan dengan seluruh elemen masyarakat.

”Kalau ingin upaya jangka panjangnya, bisa dengan mendorong sistem perlindungan sosial jadi lebih baik,” lanjut Joko. Mulai dari pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perumahan, hingga transportasi sudah terjamin dengan murah. Secara perlahan daya beli masyarakat juga akan ikut meningkat.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh ragu mempercepat belanja daerah untuk stimulus perekonomian. Serta melakukan penguatan ekonomi domestik melalui berbagai kebijakan fiskal untuk penguatan daya beli masyarakat. (aff/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
#Indeks Kondisi Ekonomi #ekonomi #Indeks Keyakinan Konsumen #Kota Malang