Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penjualan Rumah Komersial di Kabupaten Malang Turun, Rumah Subsidi Masih Bertahan

Indah Mei Yunita • Senin, 6 Juli 2026 | 19:09 WIB
Sebuah mobil memasuki area perumahan Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, kemarin siang. (Indah Mei Yunita/Radar Kanjuruhan)
Sebuah mobil memasuki area perumahan Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, kemarin siang. (Indah Mei Yunita/Radar Kanjuruhan)

KEPANJEN, RADAR MALANG – Perlambatan ekonomi mulai berdampak pada sektor properti di Kabupaten Malang. Penjualan rumah komersial dilaporkan menurun dalam beberapa bulan terakhir, sementara rumah subsidi masih mampu mempertahankan permintaan karena harganya lebih terjangkau bagi masyarakat.

Pelaku usaha properti menilai penurunan daya beli menjadi faktor utama melambatnya penjualan. Kondisi tersebut membuat konsumen lebih selektif dalam membeli hunian dan cenderung memilih rumah dengan cicilan yang lebih ringan.

Rumah Subsidi Jadi Penopang Pasar Properti

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Korwil Malang Raya Donny Ganatha mengatakan, perlambatan paling terasa pada segmen rumah komersial. Sebaliknya, pasar rumah subsidi masih bergerak relatif stabil.

"Penjualan perumahan memang ada penurunan. Pasar yang masih stabil itu rumah subsidi," ujarnya.

Menurut Donny, harga yang lebih terjangkau membuat rumah subsidi tetap diminati meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Catat Ada 850 Rumah Tidak Layak Huni, Tahun Ini Pemkot Malang Baru Bisa Perbaiki 50 Hunian

Penjualan Turun Sekitar 20 Persen

Kondisi serupa juga dirasakan PT Wizz Bangun Persada. Direktur Utama PT Wizz Bangun Persada Afwan Syahid mengatakan, program rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih menjadi andalan perusahaan.

Selama Juli, perusahaan merealisasikan penjualan sekitar 50 unit rumah subsidi di Perumahan Griya Pesona Lawang. Dalam tiga bulan terakhir, total penjualan mencapai sekitar 100 unit.

"Pada bulan ini kami merealisasikan sekitar 50 unit untuk proyek Griya Pesona Lawang. Dalam tiga bulan, kami bisa merealisasikan sekitar 100 unit," katanya.

Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Mulai Roadshow Perumahan dari Kota Batu, Fokus Genjot Rumah Subsidi dan Bedah Rumah

Meski demikian, capaian tersebut masih berada di bawah periode yang sama tahun lalu. Afwan memperkirakan penjualan mengalami penurunan sekitar 20 persen.

Untuk menjaga minat pembeli, perusahaan memperkuat aspek legalitas proyek, mulai dari kelengkapan perizinan, sertifikasi, hingga memastikan rumah siap dihuni.

"Kami juga menyediakan hunian dengan kondisi rumah yang memang sudah sangat layak untuk dihuni," ujarnya.

Cicilan Terjangkau Jadi Daya Tarik

Harga yang relatif terjangkau menjadi alasan utama masyarakat tetap memilih rumah subsidi. Salah satunya Yeni Puji Lestari, 45, warga Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang.

Penjual kue molen di Pasar Lawang itu membeli rumah subsidi setelah mengetahui informasi melalui media sosial dan melakukan survei lokasi. Ia menandatangani akad kredit pada Oktober 2024, tetapi baru menempati rumah tersebut tahun ini setelah membangun dapur untuk mendukung usahanya.

Menurut Yeni, proses pengajuan kredit berjalan cukup cepat. Sekitar satu bulan setelah proses verifikasi BI Checking, pengajuan pembiayaannya disetujui.

Baca Juga: Update Penolakan Jalan Tembus Griyashanta: Kuasa Hukum Warga Perumahan Ajukan Banding ke Pengadilan  

Rumah dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi tersebut dibelinya melalui skema kredit dengan uang muka Rp 1,6 juta dan cicilan tetap sekitar Rp 1 juta per bulan selama 20 tahun.

"Tapi untuk menempatinya baru tahun ini, karena kami perlu membuat dapur dulu untuk produksi molen," ujarnya.

Pelaku usaha properti berharap kondisi ekonomi segera membaik sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat. Dengan demikian, pasar rumah komersial yang saat ini melambat dapat kembali bergerak seiring pulihnya kemampuan masyarakat untuk membeli hunian.

Editor : Aditya Novrian
#rumah komersial #apersi #Kabupaten Malang #FLPP #rumah subsidi