Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rupiah Melemah, Indeks Harga Konsumen Naik di Wilayah Bank Indonesia Malang

Nahdiatul Affandiah • Jumat, 10 Juli 2026 | 14:00 WIB
Cabai di Pasar (Google)
Cabai di Pasar (Google)

 MALANG KOTA -RADAR MALANG-Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar jadi penyebab beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, kemarin. Bawang putih misalnya, mengalami kenaikan biaya impor karena dolar menguat. Dalam kasus lain, rantai pasokan komponen elektronik seperti microchip juga terdampak.

 Gejolak harga itu membuat indeks harga konsumen di wilayah Bank Indonesia Malang mengalami inflasi atau kenaikan. Besaran kenaikannya mencapai 2,5 persen. Dengan total inflasi bulan Juni mencapai 0,34 persen, secara month to month dibanding bulan Mei.

 Kondisi itu mencerminkan adanya perkembangan harga di Kota Malang. Kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) juga dipengaruhi peningkatan harga pada kelompok transportasi dengan andil inflasi sebesar 0,31 persen. Berdasar komoditas penyusun, kenaikan itu bersumber dari melonjaknya harga bensin, bawang merah, angkutan udara, bawang putih, dan telepon seluler.

 ”Kenaikan harga bensin dipicu penyesuaian harga BBM nonsubsidi, kalau bawang putih karena biaya impor yang terus naik,” ujar Kepala Kantor BI Malang Indra Kuspriyadi. Sementara itu, kenaikan harga bawang merah disebabkan keterbatasan pasokan sebelum memasuki masa panen raya pada bulan Juli hingga Agustus.

 Tekanan inflasi yang lebih tinggi di Kota Malang setidaknya masih tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Seperti harga daging ayam ras, cabai rawit, udang basah, dan emas perhiasan yang sempat meroket saat Hari Raya Idul Adha. Penurunan harga daging ayam ras, cabai rawit dan udang basah dipengaruhi meningkatnya pasokan di tengah kondisi produksi yang memadai sehingga terjadi normalisasi harga di tingkat konsumen.

 Sementara itu, harga emas perhiasan juga mengalami penurunan. Itu akibat harga emas global sedang terkoreksi. Itu turut berdampak pada penyesuaian harga di pasar domestik. ”Untuk tetap menjaga stabilitas indeks harga konsumen, kami berusaha menyiapkan empat langkah,” kata Indra. Di antaranya, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. (aff/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
#di wilayah Bank Indonesia #Indeks Harga Konsumen #nilai tukar rupiah