MALANG, RADAR MALANG - Raksasa fast fashion Shein akhirnya mendapatkan persetujuan dari otoritas regulator China untuk melanjutkan rencana penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Hong Kong.
Persetujuan ini menjadi langkah penting setelah perusahaan tersebut gagal mewujudkan rencana IPO di Amerika Serikat dan London dalam beberapa tahun terakhir.
Shein memperoleh lampu hijau dari China Securities Regulatory Commission (CSRC), yang memungkinkan perusahaan melanjutkan proses pencatatan saham di Hong Kong.
Baca Juga: Produsen Jelly Inaco Siap IPO Juli 2026, Bidik Dana Rp392 Miliar
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, IPO diperkirakan dapat berlangsung pada September atau Oktober 2026.
Sebelumnya, upaya Shein untuk melantai di Bursa New York menghadapi penolakan akibat tekanan politik dan pengawasan terhadap rantai pasok perusahaan.
Setelah itu, perusahaan juga sempat mengincar London sebagai lokasi IPO, namun rencana tersebut kembali tertunda karena belum memperoleh persetujuan dari regulator China.
Dalam proses IPO kali ini, Shein diperkirakan memiliki valuasi sekitar US$40 miliar hingga US$50 miliar, lebih rendah dibandingkan valuasi puncaknya yang sempat mencapai US$100 miliar pada masa pandemi.
Baca Juga: Bantah Tudingan Money Laundry, RANS Entertainment Resmi IPO di Pasar Modal Bursa Efek Indonesia
Meski demikian, perusahaan masih berpotensi menghimpun dana miliaran dolar AS dari penawaran saham tersebut.
Shein yang didirikan pada 2012 dikenal sebagai salah satu pemain terbesar di industri fast fashion global. Meski kini berkantor pusat di Singapura, sebagian besar rantai pasoknya masih berada di China sehingga tetap berada di bawah pengawasan regulator setempat.
Apabila IPO berjalan sesuai jadwal, pencatatan saham Shein diperkirakan menjadi salah satu penawaran saham terbesar di Hong Kong pada 2026 sekaligus memberi dorongan bagi pasar modal di wilayah tersebut.
Editor : Aditya Novrian