MALANG, RADAR MALANG - Produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, mencatat debut impresif di bursa Nasdaq setelah harga sahamnya melonjak sekitar 13 persen pada hari pertama perdagangan, Jumat (10/7).
SK Hynix dikenal sebagai pemimpin pasar High Bandwidth Memory (HBM), yaitu jenis memori berkecepatan tinggi yang banyak digunakan pada GPU AI.
Baca Juga: Apple Gelontorkan Investasi US$30 Miliar untuk Produksi Chip Buatan AS
Produk ini menjadi komponen penting untuk mendukung pemrosesan data dalam model kecerdasan buatan generatif yang terus berkembang.
Saham SK Hynix ditutup di angka US$168,01, naik dari harga penawaran awal US$149 per lembar. Melalui debut ini, perusahaan berhasil meraup dana sebesar US$26,5 miliar, menjadikannya pencatatan saham perdana terbesar oleh perusahaan asing dalam sejarah pasar Amerika Serikat.
Dengan lonjakan tersebut, kapitalisasi pasar SK Hynix kini menembus US$1 triliun, menjadikannya perusahaan terbesar kedua di Korea Selatan setelah Samsung Electronics.
Sepanjang setahun terakhir, saham SK Hynix di bursa Korea bahkan telah melonjak lebih dari 700 persen.
Sejumlah analis menilai posisi SK Hynix di pasar HBM masih sangat kuat. Perusahaan menjadi salah satu pemasok utama bagi produsen GPU AI global, sehingga diperkirakan masih akan menikmati pertumbuhan permintaan selama investasi di sektor AI terus meningkat.
Baca Juga: Investasi Saham tapi Porto Merah Terus? Investasikan Otak di Skill-Skill Cuan Ini
Produsen lain seperti Samsung Electronics dan Micron Technology juga terus mengembangkan produk HBM generasi terbaru untuk mengejar kebutuhan pasar di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan global.
Dengan debut yang kuat di Nasdaq dan posisi strategis di industri chip AI, SK Hynix kini menjadi salah satu perusahaan semikonduktor yang paling banyak diperhatikan investor global di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Editor : Aditya Novrian