Saham BBCA Naik 4 Persen, Ditopang Transaksi Jumbo dan Aksi Borong Investor Asing

Hanif Pratama • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:35 WIB
Saham BBCA menguat sekitar 4 persen pada perdagangan Jumat (17/7/2026), ditopang transaksi jumbo dan aksi beli investor asing. (Sumber: Istimewa)
Saham BBCA menguat sekitar 4 persen pada perdagangan Jumat (17/7/2026), ditopang transaksi jumbo dan aksi beli investor asing. (Sumber: Istimewa)
JAKARTA, RADAR MALANG – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat signifikan pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/7/2026). Emiten perbankan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia itu ditutup naik sekitar 4 persen ke level Rp6.475 per saham, sekaligus menjadi salah satu penopang utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kenaikan harga BBCA terjadi di tengah tingginya aktivitas perdagangan. Berdasarkan data BEI, sebanyak 319,19 juta lot saham BBCA diperdagangkan dengan nilai transaksi sekitar Rp2,04 triliun melalui lebih dari 56 ribu kali transaksi. Harga rata-rata perdagangan tercatat berada di kisaran Rp6.399 per saham.

Diwarnai Transaksi Crossing Rp1,2 Triliun

Perhatian pelaku pasar juga tertuju pada transaksi jumbo di pasar negosiasi. Tercatat transaksi crossing senilai sekitar Rp1,2 triliun yang melibatkan sekitar 1,9 juta lot saham BBCA dengan harga rata-rata Rp6.400 per saham.

Transaksi tersebut dilakukan oleh broker yang sama sebagai pembeli maupun penjual. Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai pihak yang terlibat maupun tujuan transaksi tersebut. Di pasar modal, transaksi crossing bernilai besar umumnya berkaitan dengan perpindahan kepemilikan saham antar investor institusi.

Baca Juga: BRI Gandeng Plataran Indonesia Hadirkan "BRI Wellness Experience", Dukung Gaya Hidup Sehat dan Perkuat Ekosistem Wellness

Investor Asing Catat Net Buy

Selain transaksi jumbo, penguatan BBCA turut didukung oleh derasnya aksi beli investor asing.

Data perdagangan menunjukkan nilai pembelian asing (foreign buy) mencapai sekitar Rp1,47 triliun, sedangkan nilai penjualan asing (foreign sell) sekitar Rp776 miliar. Dengan demikian, investor asing membukukan net buy sekitar Rp698 miliar pada saham BBCA.

Analis CGS International Sekuritas menilai minat investor asing terhadap saham perbankan besar kembali meningkat setelah lembaga pemeringkat S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level investment grade dengan prospek (outlook) stabil.

Sentimen tersebut dinilai meningkatkan kepercayaan investor terhadap saham-saham berfundamental kuat dan memiliki likuiditas tinggi, termasuk BBCA.

Masih Terkoreksi Secara Tahunan

Dalam sepekan terakhir, saham BBCA tercatat menguat sekitar 4,8 persen. Secara bulanan, kenaikannya berada di kisaran 3 hingga 6 persen, bergantung pada periode perhitungan.

Meski demikian, secara year-to-date (YTD) saham BBCA masih mengalami koreksi sekitar 19,8 persen dibandingkan posisi awal tahun.

Kiwoom Sekuritas Indonesia tetap mempertahankan rekomendasi buy terhadap saham BBCA dengan target harga Rp8.075 dalam 12 bulan ke depan. Proyeksi tersebut disusun menggunakan kombinasi metode price to book value (P/BV) dan dividend discount model (DDM).

Baca Juga: BRI Taipei Branch Office dan KDEI Taipei Jalin Sinergi Perluas Edukasi Keuangan dan Layanan Perbankan bagi WNI di Taiwan

Turut Angkat IHSG

Penguatan BBCA juga memberikan kontribusi terhadap kenaikan IHSG pada pekan ini. Secara mingguan, indeks tercatat menguat sekitar 4,24 persen menjadi 6.175,53 dari posisi pekan sebelumnya di level 5.924,36.

Selain BBCA, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar lainnya seperti BMRI, BBNI, dan BBRI juga mencatatkan penguatan selama periode yang sama, seiring membaiknya sentimen investor terhadap sektor perbankan nasional.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
BBCA bank central asia Saham