Begini Cara Pedagang Pasar Tradisional di Malang Mampu Bertahan dari Gempuran Pasar Online

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 16:45 WIB
KUALITAS SDM: Seorang pedagang di Pasar Pakisaji melayani konsumen. Mereka harus beradaptasi dengan teknologi agar tidak tergilas pasar online.
KUALITAS SDM: Seorang pedagang di Pasar Pakisaji melayani konsumen. Mereka harus beradaptasi dengan teknologi agar tidak tergilas pasar online.

 

 KEPANJEN – Makin banyaknya orang belanja daring (online) menjadi tantangan serius bagi pasar tradisional. Oleh karena itu, para pedagang harus melek teknologi jika ingin bertahan di tengah pesatnya digitalisasi.

Pentingnya pedagang beradaptasi dengan teknologi itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jawa Timur Ahmad Zaini. Menurutnya, modernisasi sumber daya manusia (SDM) menjadi harga mati.

Dia tidak menampik bahwa lesunya aktivitas transaksi di pasar tradisional dikeluhkan banyak pedagang. Fenomena sepinya pasar tersebut juga merata terjadi di berbagai daerah akibat pergeseran perilaku konsumen yang lebih gemar berbelanja daring.

”Jangankan pasar di daerah, Pasar Turi di Surabaya yang dulu menjadi ikon kejayaan saja sekarang kondisinya serupa. Sekarang ini kalah dengan teknologi. Semua orang belanja dan beli makanan lewat online,” kata Zaini di Balai Desa Tawangrejeni, Kecamatan Turen beberapa waktu lalu.

Menurutnya, menyelamatkan pasar tradisional tidak bisa hanya bersandar pada proyek revitalisasi bangunan. Hal yang tidak kalah krusial adalah menyentuh aspek pelayanan dan penampilan para pedagang agar sesuai dengan standar zaman sekarang. Kebiasaan lama pedagang juga harus mulai ditinggalkan.

”Kalau dulu, mungkin ada yang berjualan hanya pakai kaus tipis atau sarung. Sekarang penampilan harus rapi. Pelayanan harus disesuaikan dengan tuntutan situasi saat ini agar pelanggan tidak kabur,” tegasnya.

​Sementara itu, Zaini mengapresiasi beberapa pasar tradisional yang sukses melakukan transformasi. Dia mencontohkan Pasar Oro-Oro Dowo dan Pasar Klojen di Kota Malang yang berhasil menangkap peluang baru dengan mengubah area pasar menjadi pusat kuliner yang bersih, nyaman, dan representatif bagi masyarakat perkotaan. ​

"Konsep seperti itu sangat bagus dan terbukti bisa menjawab tantangan masa sekarang," kata dia.

Seperti diberitakan, Pemkab Malang juga berupaya untuk meramaikan pasar tradisional. Salah satunya dengan gebrak pasar. Yakni inovasi program yang bertujuan untuk menghidupkan pasar rakyat agar lebih bersih, modern, dan tetap mempertahankan kearifan lokal. Melalui Gebrak Pasar, pasar rakyat tidak hanya diposisikan sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial, pusat kuliner, destinasi wisata belanja, serta wahana pemberdayaan UMKM lokal.(yun/dan).

Editor : Mahmudan
Pasar rakyat Malang Belanja Online di Malang pasar malang