Perkuat Pasokan Susu Segar Nasional, Nestlé Indonesia Implementasikan Closed-Barn dan Serah Terima 90 Ekor Sapi Perah untuk Koperasi di Jawa Timur

A. Nugroho • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 02:20 WIB
KOMITMEN: PT Nestlé Indonesia terus memperkuat pasokan susu segar nasional melalui modernisasi sektor persusuan.
KOMITMEN: PT Nestlé Indonesia terus memperkuat pasokan susu segar nasional melalui modernisasi sektor persusuan.

 

PASURUAN, RADAR MALANG – PT Nestlé Indonesia terus memperkuat pasokan susu segar nasional melalui modernisasi sektor persusuan. Langkah itu diwujudkan dengan penerapan sistem kandang semi tertutup (closed-barn) di KUD Dadi Jaya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, sekaligus penyerahan 90 ekor sapi perah impor kepada tiga koperasi di Jawa Timur, yakni KUD Dadi Jaya Purwodadi, Koperasi SAE Pujon Kabupaten Malang, dan KUD Sumber Makmur Ngantang Kabupaten Malang.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar nasional, sekaligus memperkuat daya saing sektor persusuan Indonesia. Selain penyerahan sapi, Nestlé Indonesia juga menyerahkan imported straw atau semen beku sapi Friesian Holstein unggul untuk mendukung program inseminasi buatan dan peningkatan kualitas genetik sapi perah di Indonesia.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi komitmen Nestlé Indonesia yang selama puluhan tahun mendampingi peternak sapi perah rakyat.

"Pendekatan yang menggabungkan pengembangan industri dengan pemberdayaan peternak merupakan model kolaborasi yang patut diperkuat. Kami berharap langkah ini mampu meningkatkan produktivitas, kualitas susu segar dalam negeri, kesejahteraan peternak, sekaligus mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional," ujarnya.

Bupati Pasuruan Mochamad Rusdi Sutejo menambahkan, sektor persusuan memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi pedesaan. Menurutnya, Pasuruan sebagai penghasil susu segar terbesar kedua di Jawa Timur memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

SEHAT: Sapi perah impor dari PT Nestlé Indonesia
SEHAT: Sapi perah impor dari PT Nestlé Indonesia

 

Di tengah keterbatasan lahan, penerapan sistem closed-barn menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas, kualitas susu, dan kesejahteraan peternak," katanya.

Nestlé Indonesia telah bermitra dengan peternak sapi perah rakyat sejak 1975. Saat itu perusahaan hanya menyerap sekitar 160 liter susu segar dari sebuah koperasi di Malang. Kini kemitraan tersebut berkembang menjadi kerja sama dengan 28 koperasi dan lebih dari 12 ribu peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur.

Berbagai program pendampingan dilakukan secara berkelanjutan melalui tim Milk Procurement & Dairy Development (MPDD), mulai dari peningkatan kapasitas peternak, penguatan koperasi, pemanfaatan teknologi, hingga modernisasi sistem pemeliharaan ternak.

 Upaya tersebut turut mendukung Jawa Timur sebagai sentra produksi susu sapi terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai 475,39 ribu ton pada 2025.

Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia Fajar Dewantara mengatakan, selama lebih dari lima dekade perusahaan terus mengembangkan berbagai inovasi untuk meningkatkan produktivitas peternak.

Komitmen kami tetap sama, yakni mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas susu segar sekaligus memperkuat sektor persusuan nasional. Penerapan closed-barn dan penyerahan sapi perah impor merupakan bagian dari upaya modernisasi peternakan agar lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan," ujarnya.

Menurut Fajar, penguatan sektor persusuan membutuhkan sinergi antara pemerintah, koperasi, peternak, dan pelaku industri agar rantai pasok susu segar nasional semakin kuat.

Salah satu inovasi yang terus dikembangkan adalah penerapan sistem closed-barn. Sistem kandang semi tertutup tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman melalui pengaturan suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara yang optimal sehingga mampu mengurangi heat stress pada sapi perah.

Sustainable Agri Advisor Nestlé Indonesia Syahrudi menjelaskan, penggunaan cooling pad dan exhaust fan membuat kondisi kandang lebih sejuk sehingga sapi memiliki pola makan, konsumsi air, dan waktu istirahat yang lebih baik. Dampaknya, kesehatan ternak meningkat, performa reproduksi membaik, serta produksi susu bertambah.

Berdasarkan implementasi di lapangan, sistem closed-barn mampu meningkatkan produktivitas susu hingga lebih dari 20 persen," jelasnya.

Sejak diperkenalkan pada 2023, Nestlé Indonesia telah mendukung pembangunan lebih dari 50 unit closed-barn yang tersebar di enam daerah di Jawa Timur, yakni Malang, Pasuruan, Probolinggo, Ponorogo, Jombang, dan Blitar.

Selain modernisasi kandang, Nestlé Indonesia menempatkan 90 ekor sapi perah impor secara bertahap pada koperasi yang dinilai siap dari sisi infrastruktur maupun manajemen. Program ini diharapkan mampu meningkatkan populasi sapi perah nasional sekaligus menjadi sumber bibit unggul untuk pengembangan peternakan rakyat.

Ketua KUD Dadi Jaya Purwodadi Nurianto mengatakan, pendampingan Nestlé Indonesia telah membantu peternak mengadopsi teknologi peternakan modern. Menurutnya, sistem closed-barn membuat kondisi kandang lebih nyaman sehingga kesehatan sapi lebih terjaga dan produktivitas susu meningkat.

Penyerahan sapi perah impor juga menjadi peluang bagi koperasi untuk meningkatkan kualitas genetik ternak dan memperkuat usaha peternakan rakyat di masa mendatang," ujarnya.

Dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, Nestlé Indonesia juga mengembangkan praktik regenerative agriculture. Hingga kini perusahaan telah mendukung pembangunan sekitar 8.700 biodigester, 2.000 manure application unit untuk mengolah limbah ternak menjadi energi alternatif dan pupuk organik, serta menanam lebih dari 200 ribu pohon legum melalui pendekatan silvopastura guna menjaga kesehatan tanah dan konservasi air.

Saat ini Nestlé Indonesia menyerap susu segar senilai lebih dari US$60 juta setiap tahun dari peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur. Sejak 2022, program pengembangan peternak juga diperluas ke Jawa Tengah melalui Central Java Milk District Program sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor persusuan nasional secara berkelanjutan. (*)

Editor : A. Nugroho
susu nestle ngantang malang sapi perah