Usai Gubernur BI Mundur, IHSG Melemah Disusul dengan Rupiah yang Tertekan

Hawwa Aulia Nur • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 07:00 WIB
Ilustrasi Nilai Tukar Rupiah dan IHSG yang menurun. Sumber: Pinterest/@wordpress.
Ilustrasi Nilai Tukar Rupiah dan IHSG yang menurun. Sumber: Pinterest/@wordpress.

ALANG, RADAR MALANG – Informasi pengunduran diri mendadak Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada senin 27 Juli 2026 lalu membuat kondisi ekonomi Indonesia ikut melemah. Pelemahan ekonomi ini terutama tampak melalui turunnya IHSG saat dibuka serta melemahnya rupiah pada Selasa 28 Juli 2026 lalu.

Kondisi rupiah yang lemah kembali memuncak pada Selasa 28 Juli 2026 lalu yang menyentuh angka Rp18.118. Penurunan rupiah ini merupakan puncak terlemah rupiah pada beberapa hari terakhir karena telah menyentuh angka 18.118 yang sebelumnya tak pernah menyentuh 18.100. 

Baca Juga: Indonesia Jadi Negara dengan Belanja Pendidikan Terendah di Kelompok Ekonomi Besar Dunia

Di sisi lain, kondisi IHSG juga melemah bersamaan dengan lemahnya Rupiah. Kondisi ini diduga terjadi karena para investor besar melihat ketidakpastian kebijakan moneter Indonesia dengan mundurnya Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI.  Penurunan IHSG ini bahkan bisa terjadi di kala harga minyak bumi sedang mengalami pemulihan. 

Fitch Ratings, lembaga kredit internasional, turut mengamati kondisi perubahan kepemimpinan Indonesia. Director Asia–Pacific Sovereign Ratings di Fitch Ratings, George Xu menyampaikan bahwa pengunduran diri Guber BI tersebut dapat menimbulkan resiko eksternal berkelanjutan bagi Indonesia.

Baca Juga: Pemkab Malang Siapkan Wilayah Selatan Jadi Kawasan Industri Baru, Pembangunan Jalan Tol dan JLS Jadi Pengungkit Investor Mau Masuk

“sentimen investor yang rapuh di tengah ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter di masa depan dan persepsi independensi bank sentral, terutama mengingat mandat kebijakan Bank Indonesia yang lebih kompleks.” ungkap Xu. Dilansir dari artikel Stockbit yang diunggah pada 27 Juli 2026.

Melemahnya IHSG dan rupiah saat kondisi harga minyak bumi mengalami pemulihan, menunjukkan bahwa sentimen pasar lebih condong pada informasi pengunduran diri Gubernur BI. Hal ini dikarenakan perubahan kepemimpinan ini dapat memunculkan kehawatiran akan berkurangnya kemandirian bank sentral.

 

 

 

 

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber
IHSG lemah Rupiah tertekan gubernur bi ekonomi Kurs rupiah