Bupati Malang H M. Sanusi menyampaikan, terdapat tiga kelompok produktif yang mengalami hal tersebut. “Kelompok pertama adalah nelayan dan pelaku UMKM perikanan, Kedua meliputi PMI, calon PMI, keluarga PMI, dan PMI purna. Ketiga yakni peternak sapi perah beserta pelaku UMKM produk olahan susu,” kata dia.
Menurutnya, tiga kelompok tersebut memiliki karakteristik berbeda. Namun, kebutuhannya sama, yakni literasi keuangan, akses pembiayaan, perlindungan sosial, dan/atau penguatan kapasitas usaha.
“Inilah dasar rancangan program Malang makmur finansial. Dampaknya mulai terlihat melalui berbagai indikator ekonomi maupun indikator akses keuangan daerah,” ucap Sanusi.
Melalui program tersebut, Pemkab Malang menghadirkan pendekatan baru dalam percepatan akses keuangan daerah. Pihaknya tidak hanya memberikan edukasi, tetapi membangun ekosistem kolaborasi yang berkelanjutan.
Program tersebut diharapkan tidak selesai ketika sosialisasi berakhir. Melainkan terus hidup dalam keputusan keuangan yang lebih baik yang diambil masyarakat kelompok pekerja rentan setiap harinya.
Dia juga menyebut, bakal berkomitmen memperluas jangkauan dan kolaborasi. Supaya manfaat program dapat dirasakan masyarakat di lingkup yang lebih luas.
“Bagi kami, keberhasilan percepatan akses keuangan bukan hanya diukur dari indikator statistik, melainkan dari lahirnya masyarakat untuk yang mandiri, bijak mengelola keuangan, terlindungi, dan mencapai kesejahteraan keuangan,” pungkasnya.
Indah Mei Yunita
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang