MALANG KOTA, RADAR MALANG – Deputi Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Jawa Timur Rifki Ismal menuturkan, saat ini sektor UMKM menguasai 99 persen unit usaha se-Indonesia.
Di Jawa Timur, kontribusi UMKM mencapai 60 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). ”Karena perannya sangat penting dalam ekosistem perekonomian daerah, konsistensi peningkatan UMKM agar naik kelas juga sangat mendesak,” kata dia.
Kendala terbesar dari UMKM untuk berkembang salah satunya yakni akses pembiayaan. Selama ini banyak usaha kesulitan mengakses langsung kredit dari perbankan. Karena itu BI turut mendorong perbankan dalam menyalurkan kredit pembiayaan agar kesempatan UMKM naik kelas makin besar.
Di tempat lain, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji menilai realisasi UMKM yang naik kelas tahun ini masih on the track. Namun, Bayu meminta agar pemkot tidak berpuas diri. ”Agar bisa memenuhi target sebanyak 2.307 UMKM, perlu upaya dari UMKM itu sendiri maupun pendampingan maksimal oleh pemkot,” tegas Bayu.
Pendampingan yang diberikan, lanjut dia, tidak sekadar fasilitasi administrasi. Selama ini, Bayu melihat pendampingan baru berfokus pada fasilitasi administrasi.
Mulai dari nomor induk berusaha (NIB) hingga sertifikasi halal. ”Menurut saya pendampingannya harus lebih ditingkatkan. Misalnya pendampingan untuk omzet dan yang paling penting pemasaran,” sambung dia.
Dari segi omzet, UMKM perlu mendapat edukasi mengenai manajemen keuangan dan administrasi. Tujuannya untuk meminimalkan kerugian.
Kemudian dari sisi pemasaran, pemkot bisa memberi pendampingan berupa link yang terintegrasi ke pengadaan pemkot.
”Selain itu memfasilitasi pemasaran ke luar daerah, instansi pemerintahan, maupun swasta,” ucap legislator PKS tersebut. Di samping itu, masyarakat juga bisa mengusulkan peningkatan keterampilan untuk UMKM.
Baik melalui program pokok pikiran (pokir) atau musyawarah rencana pembangunan (musrenbang). ”Jika ada jatah peningkatan UMKM dari pokir atau musrenbang, masyarakat harus memanfaatkan dengan baik. Dengan demikian program UMKM naik kelas menjadi lebih tepat sasaran,” pungkas Bayu. (aff/mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra