PASURUAN, RADAR MALANG - Malang Raya masih menunjukkan tren positif untuk penambahan jumlah warga yang memiliki rekening baru di bank. Hal itu ikut berkontribusi menaikkan posisi Jawa Timur dalam peningkatan jumlah rekening anyar maupun nominal simpanan dibanding daerah lain.
Kota Batu mencatat peningkatan signifikan untuk tambahan jumlah rekening. Sementara Kota dan Kabupaten Malang masuk enam besar untuk penambahan jumlah simpanan.
Hal itu terlihat dari pertumbuhan rekening dan nominal simpanan yang cukup konsisten hingga triwulan II/2026. Jawa Timur tampil sebagai Top 3 untuk jumlah rekening terbanyak secara nasional, di bawah DKI Jakarta sebanyak 234,35 juta rekening dan Jawa Barat sebanyak 78,31 juta rekening.
Sedangkan jumlah rekening di Jawa Timur tercatat 73,59 juta rekening atau naik 1,17 persen Year on Year (YoY) atau sebanyak 854 ribu rekening.
”Untuk nominal simpanan, Jatim menempati posisi Top 2 secara nasional dengan nominal simpanan sebanyak Rp 833,7 triliun, bertambah 4,64 persen YoY atau Rp 37 triliun,” terang Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya Bambang S. Hidayat dalam event Media Gathering Jawa Timur yang digelar di Pasuruan, Rabu (5/8).
Untuk tingkat Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya masih mendominasi untuk kepemilikan rekening, yakni sebanyak 11,83 juta rekening.
Termasuk nominal simpanan juga menjadi yang terbanyak yakni Rp 435,93 triliun. Disusul Kota Malang sebanyak Rp 58,79 triliun.
Sementara Kabupaten Malang di posisi ke enam dengan jumlah simpanan mencapai Rp 19,00 triliun.
Bambang menyebut, pertumbuhan tersebut terutama dikontribusikan oleh tingginya pertumbuhan produk tabungan sebanyak 6,31 persen YoY dan giro sebanyak 12,18 persen. Yang menarik, untuk level kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, pertumbuhan tertinggi terjadi di Kota Batu yaitu sebanyak 20,4 persen.
Padahal dari sisi sejumlah penduduk, Kota Batu kalah jauh dibandingkan wilayah kota/kabupaten lain di Jawa Timur.
”Terus tumbuhnya sektor wisata dan UMKM ikut mempengaruhi animo warga Kota Batu untuk menabung,” terang Bambang.
Dari data LPS, jumlah penduduk Indonesia yang belum memiliki rekening simpanan mencapai sekitar 51 juta orang atau 19,9 persen dari populasi penduduk rentang usia 5-74 tahun. ”Di Jawa Timur kami terus memantau Kabupaten/Kota yang masih perlu dioptimalkan, baik inklusivitas maupun penetrasi nominal simpanan,” lanjut Bambang.
Karena itu, LPS bersama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus berperan aktif dalam memperluas basis masyarakat menabung melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan. (nay)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang