Angka Penjualan Rumah di Kota Malang Meningkat, Pembelinya Didominasi Mahasiswa Baru

Nahdiatul Affandiah • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:11 WIB
MEMBAIK: CitraLand Puncak Tidar ambil bagian dalam pameran properti di Mal Olympic Garden (MOG), kemarin. (Darmono/Radar Malang)
MEMBAIK: CitraLand Puncak Tidar ambil bagian dalam pameran properti di Mal Olympic Garden (MOG), kemarin. (Darmono/Radar Malang)

 

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pasar properti di Kota Malang pada semester kedua tahun ini membaik. Terutama pada bulan pendidikan, sejak Juli hingga Agustus. Penjualan rumah meningkat karena didominasi pembelian oleh mahasiswa baru.

 

Wilayah rumah hunian yang dicari berada di sekitar kampus. Seperti di Kelurahan Merjosari, Jalan Sulfat, hingga Kecamatan Sukun. Harga rumah yang dicari berkisar Rp 500 juta hingga Rp 650 juta. Tipe rumah yang dicari mahasiswa memang tidak terlalu besar.

 

Biasanya hunian model satu lantai dengan tipe 36 sampai 45. ”Fasilitas yang dicari biasanya dua kamar tidur dengan luas tanah 72 sampai 84 meter persegi,” ujar Direktur Tomoland Afan Gospar.

 

Untuk segmen rumah dua lantai, biasanya yang diburu tipe 60 sampai 80. Dengan fasilitas tiga kamar tidur. Serta luas tanah kisaran 72 sampai 90 meter persegi. ”Tapi perlu digarisbawahi kalau rumah untuk mahasiswa rata-rata yang membayar tetap orang tuanya,” lanjut Afan.

 

Untuk penjualan mulai bulan Juli hingga Agustus memang didominasi mahasiswa. Porsinya mencapai 80 persen. Melihat tren penjualan itu, Afan mengakui bahwa selama bulan Juli sampai Agustus memang sedang ramai-ramainya pembeli rumah.

 

Lalu September sampai November mulai melandai lagi. Dana, pada akhir tahun biasanya penjualan meningkat kembali. Senada dengan Tomoland, Manajer CitraLand Puncak Tidar Deddy Hasli Hidayat juga menuturkan bahwa penjualan rumah cukup stabil. Terutama untuk segmen rumah mewah dengan harga Rp 2 miliar ke atas.

 

Sementara rumah dengan harga Rp 2 miliar ke bawah memang sedikit seret, meski tidak terlalu signifikan. ”Kalau rumah mewah kan memang peminatnya masyarakat kelas atas, jadi meski ekonomi sedang menurun masih bisa beli properti,” ujar Deddy.

 

Berbeda dengan segmen rumah di bawah Rp 2 miliar yang bisa dijangkau masyarakat menengah. Mereka cenderung wait and see saat memutuskan membeli rumah dengan pertimbangan harga. Untuk itu, pada bulan Juli lalu, Deddy memilih meluncurkan klaster rumah baru yang membidik masyarakat kelas atas. Yaitu Yellow yang menawarkan panorama perbukitan khas Malang. Harga terendah masih di sekitar Rp 1,7 miliar namun yang terlaris justru di atas Rp 2 miliar. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
mahasiswa Rumah Kota Malang properti malang