Rebranding Sambel Pecel Khas Blitar "Murni" Dorong Daya Saing dan Peningkatan Pendapatan Produk Unggulan Daerah

A. Nugroho • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:26 WIB

 

AKTIF: Penyerahan alat Penunjang Produksi dan Kemasan Baru Sambel Pecel “Murni”.
AKTIF: Penyerahan alat Penunjang Produksi dan Kemasan Baru Sambel Pecel “Murni”.

BLITAR, RADAR MALANG - Upaya meningkatkan daya saing produk unggulan daerah dilakukan melalui kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) pada UMKM sambel pecel di Blitar. Kegiatan bertajuk Rebranding Sambel Pecel Khas Blitar ‘Murni’ sebagai Upaya Peningkatan Daya Saing dan Income Generating Produk Unggulan Daerah ini berfokus pada penguatan identitas produk, kapasitas usaha, serta peningkatan kemampuan produksi dan pemasaran.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim PKM yang terdiri atas Della Rulita Nurfaizana, dosen Universitas Negeri Malang (UM) yang merupakan Ketua Pelaksana, Ika Zutiasari, dosen UM; Endah Andayani, dosen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang; serta mahasiswa As Zhahra Zein dan Fitri Hosnul Halimatus S. sebagai anggota pelaksana. PKM ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026, dengan dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Desain Kemasan Sambel Pecel Murni
Desain Kemasan Sambel Pecel Murni

Salah satu hasil utama kegiatan adalah rebranding produk sambel pecel dengan merek “Murni”. Sebelumnya, produk sambel pecel tersebut belum memiliki merek sebagai identitas usaha. Melalui proses rebranding, “Murni” diharapkan mampu menjadi identitas produk yang lebih kuat sekaligus meningkatkan nilai jual dan daya saing sambel pecel khas Blitar.

Untuk mendukung pengembangan usaha, pelaku UMKM mendapatkan sejumlah pelatihan, meliputi manajemen usaha, legalitas usaha, digital branding, serta social media marketing. Pelatihan tersebut diarahkan agar pelaku usaha mampu mengelola bisnis secara lebih profesional, membangun identitas merek, serta memanfaatkan media sosial untuk memperluas pemasaran. Tidak hanya pelatihan, kegiatan PkM juga memberikan dukungan peralatan dan perlengkapan usaha. Bantuan tersebut meliputi mesin giling custom berkapasitas 15 kg/jam, packaging food grade ukuran 250 gram dan 500 gram sebanyak 500 pax, plastik sealer 500 pax, dua paket heat gun, 500 lembar sticker label kemasan, satu paket stempel tanggal Trodat beserta papan stempel dan tinta, satu paket kelistrikan alat, serta dua paket banner usaha.


Kombinasi antara rebranding, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan legalitas, digital branding, pemasaran melalui media sosial, dan dukungan peralatan produksi menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM sambel pecel Blitar untuk naik kelas. UMKM sambel pecel Blitar diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan meningkatkan income generating secara berkelanjutan. 

ALAMI: Pembuatan Sambel Pecel Khas Blitar ‘Murni’.
ALAMI: Pembuatan Sambel Pecel Khas Blitar ‘Murni’.


Melalui kegiatan ini, UMKM sambel pecel “Murni” diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan meningkatkan income generating secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi sambel pecel sebagai salah satu produk unggulan daerah Blitar. (*)

Editor : A. Nugroho
UMKM Sambel Blitar malang pecel