BRI Jaga Pertumbuhan Kredit Berkualitas, NPL Turun Jadi 3,01 Persen

Aditya Novrian • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:37 WIB
BRI Jaga Pertumbuhan Kredit Berkualitas, NPL Turun Jadi 3,01 Persen
BRI Jaga Pertumbuhan Kredit Berkualitas, NPL Turun Jadi 3,01 Persen

JAKARTA, RADAR MALANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat perbaikan kualitas kredit pada kuartal I 2026 dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) turun menjadi 3,01 persen. Capaian tersebut menjadi bagian dari strategi BRI menjaga pertumbuhan kredit yang sehat dan berkelanjutan melalui prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko.

Sebagai bank yang memiliki fokus besar pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), BRI menilai pertumbuhan kredit tidak hanya diukur dari besarnya pembiayaan yang disalurkan. Kualitas debitur, kemampuan pembayaran, prospek usaha, serta risiko sektor yang dibiayai juga menjadi pertimbangan.

BRI Terapkan Prinsip Kehati-hatian dalam Penyaluran Kredit

Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti mengatakan, prinsip kehati-hatian menjadi fondasi dalam setiap keputusan penyaluran kredit. Penguatan kualitas aset dilakukan sejak tahap awal melalui proses underwriting, pemantauan kualitas kredit, hingga sistem peringatan dini atau early warning system.

“BRI tetap memiliki appetite untuk tumbuh dan menyalurkan kredit kepada sektor produktif. Namun, pertumbuhan tersebut harus dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan kualitas,” ujar Ety.

Menurut dia, setiap ekspansi kredit harus melalui asesmen risiko yang memadai. Langkah tersebut dilakukan agar pertumbuhan bisnis tetap berjalan sehat dan berkelanjutan di tengah perubahan kondisi ekonomi.

BRI juga menerapkan pendekatan selektif dengan mempertimbangkan karakteristik risiko pada setiap segmen dan sektor ekonomi. Kebijakan perkreditan serta mekanisme pemantauan portofolio terus disesuaikan dengan perubahan kondisi ekonomi dan profil risiko.

NPL BRI Turun Menjadi 3,01 Persen pada Maret 2026

Penerapan pengelolaan risiko tersebut tercermin dari perbaikan sejumlah indikator kualitas aset BRI. Rasio NPL tercatat turun secara quarter on quarter dari 3,07 persen pada akhir Desember 2025 menjadi 3,01 persen pada Maret 2026.

Selain itu, rasio Loan at Risk (LaR) juga menunjukkan penurunan. Pada Maret 2025, LaR BRI berada di angka 11,13 persen. Setahun kemudian, rasio tersebut turun menjadi 9,67 persen atau membaik sebesar 145 basis poin.

“Prinsip kami bukan sekadar bagaimana kredit dapat tumbuh, tetapi bagaimana kredit tersebut dapat tumbuh dengan kualitas yang terjaga,” lanjut Ety.

Karena itu, pengelolaan risiko tidak berhenti setelah kredit disalurkan. BRI melakukan pemantauan portofolio secara berkala dengan pendekatan berbasis data untuk mendeteksi perubahan kualitas debitur maupun potensi tekanan pada sektor tertentu.

“Karena itu, kami terus memperkuat proses dari hulu hingga hilir, mulai dari underwriting, monitoring baik on-site maupun off-site, early warning system, hingga penanganan kredit yang membutuhkan perhatian khusus,” jelasnya.

Portofolio UMKM Jadi Perhatian dalam Pengelolaan Risiko

Penguatan manajemen risiko menjadi penting karena portofolio BRI didominasi segmen UMKM dengan karakteristik nasabah yang beragam dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

BRI memanfaatkan basis data dan pengalaman panjang dalam melayani segmen UMKM untuk memahami karakteristik serta profil risiko nasabah secara lebih terperinci. Pendekatan tersebut diharapkan membantu perseroan menjaga keseimbangan antara peluang pertumbuhan dan risiko yang dapat diterima.

Selain menjaga kualitas kredit, BRI juga mempertahankan kecukupan pencadangan dan permodalan sebagai bagian dari mitigasi risiko. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat fundamental perseroan dalam menghadapi potensi tekanan sekaligus mendukung ekspansi bisnis.

Per Maret 2026, rasio NPL Coverage BRI tercatat sebesar 179,45 persen. Sementara LaR Coverage berada di level 55,75 persen. Dua indikator tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan menjaga tingkat pencadangan risiko secara disiplin.

Editor : Aditya Novrian
NPL BRI 2026 manajemen risiko BRI Loan at Risk BRI Kredit UMKM Kredit BRI