MALANG, RADAR MALANG – Nama Lo Kheng Hong sudah tidak asing lagi di kalangan investor Indonesia.
Pria yang akrab dijuluki "Warren Buffett Indonesia" ini dikenal karena kesabarannya membeli saham-saham yang dianggap murah namun punya fundamental kuat. Hingga awal tahun 2026, portofolio sahamnya tersebar di 13 emiten berbeda dengan nilai pasar mencapai sekitar Rp1,83 triliun.
Lantas, apa sebenarnya strategi yang membuat Lo Kheng Hong konsisten cuan selama puluhan tahun berkecimpung di pasar modal?Kuncinya ada pada prinsip value investing, yaitu mencari perusahaan yang harga sahamnya jauh lebih murah dibandingkan nilai aset atau kinerja sebenarnya.
Baca Juga: Perak Semakin Dilirik Jadi Alternatif Investasi di Kota Malang
Contohnya bisa dilihat dari kepemilikannya di saham Intiland Development (DILD) dan Global Mediacom (BMTR). Menurutnya, kedua emiten ini punya nilai aset yang jauh melampaui kapitalisasi pasarnya, sehingga dianggap "salah harga" oleh pasar.
Strategi lain yang sering ia terapkan adalah menambah kepemilikan saat harga sedang tertekan. Saat harga saham Salim Ivomas Pratama (SIMP) melemah pada Mei 2026, Lo Kheng Hong justru memanfaatkan momentum tersebut untuk masuk sebagai pemegang saham, hingga kepemilikannya naik dari nol menjadi lebih dari lima persen.
Bagi investor pemula, pola pikir ini bisa jadi pelajaran berharga. Alih-alih ikut arus dan membeli saham yang sedang naik daun, Lo Kheng Hong justru mengajarkan pentingnya riset mendalam terhadap fundamental perusahaan sebelum memutuskan membeli. Kesabaran menunggu harga sesuai nilai sebenarnya juga jadi kunci penting yang sering dilupakan investor baru yang ingin cepat untung.
Baca Juga: BRI Perkuat Ekosistem Investasi Batam, Siapkan Solusi Terintegrasi bagi Investor
Meski begitu, setiap keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber