Inilah Rantai Penyebab Harga Cabai Rawit di Malang Melambung hingga Rp 50 Ribu Per Kilogram

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:05 WIB

 

Pedagang di Pasar Kepanjen melayani pembeli cabai
Pedagang di Pasar Kepanjen melayani pembeli cabai

 

KEPANJEN – Harga cabai rawit makin menjerit. Di pasar tradisional, harga cabai menembus Rp 50 ribu per kilogram. Padahal sepekan lalu masih di angka Rp 30 ribu per kilogram. Melonjaknya harga dipicu pasokan petani merosot.

Pedagang di Pasar Kepanjen, Lutfi Hanafie mengatakan, kenaikan harga terjadi bertahap dalam sepekan terakhir. Hampir setiap hari naik, meski perlahan.

“Selasa lalu (25/8) masih Rp 42 ribu per kilogram. Kemudian Rabu (26/8) sudah Rp 48 ribu, lalu sekarang (kemarin, 27/8) mencapai Rp 50 ribu. Naiknya bertahap,” kata Lutfi kemarin.

Dalam kondisi normal, Lutfi menerima pasokan cabai rawit sekitar 15 kilogram per hari. Namun selama sepekan terakhir, pasokan turun sekitar 30 persen. Kelangkaan cabai membuat harga di pasar ikut terdorong naik.

Informasi yang dia terima, pasokan sekarat akibat kondisi tanaman di musim kemarau panjang. Lutfi menyebut banyak tanaman cabai di lahan petani mengalami kerusakan lantaran kekurangan air. Kondisinya makin parah ditambah serangan hama.

Terpisah, petani cabai rawit Desa Senggrong, Bululawang Ahmad Syarifuddin mengatakan, serangan hama seperti kutu-kutuan dan tungau lebih cepat terasa dampaknya selama musim kemarau. Kondisi tersebut membuat perawatan tanaman menjadi lebih sulit dan produksi terganggu.

“Saya menanam cabai di empat petak. Satu petak seharusnya sudah panen bulan lalu, tetapi gagal karena daun keriting dan kesulitan air saat kemarau,” keluh Syarif.

Di tengah kenaikan cabai rawit, justru harga cabai merah besar turun menjadi Rp 18 ribu per kilogram. Padahal normalnya menembus Rp 30 ribu per kilogram. Kemudian cabai keriting normal berada di harga Rp 30 ribu.

Lutfi menyebut, kenaikan harga cabai rawit menekan daya beli masyarakat. Kondisi pasokan yang terbatas dan produksi petani terganggu kemarau diperkirakan masih menjadi faktor utama tingginya harga cabai rawit.(ram/dan)

Editor : Mahmudan
ekonomi malang cabai rawit harga cabai