KEPANJEN – Isu kelangkaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Malang menjadi perhatian serius Badan Pangan Nasional (Bapanas). Kemarin (4/9), tim Bapanas melakukan peninjauan di sejumlah pasar tradisional.
Hasilnya, beras tidak langka. Harganya juga masih wajar, yakni Rp 12,5 ribu per kilogram. Hal itu sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
”Dari dua kios yang dipantau, persediaan aman,” ujar Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas Hamid Sangadji di sela inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kepanjen kemarin.
”Artinya, potensi keresahan masyarakat bisa diminimalkan dengan adanya ketersediaan di sini,” tambah Hamid.
Hamid menegaskan, SPHP menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras. Berdasarkan hasil pemantauan, lanjutnya, kondisi beras SPHP di pasar masih terkendali.
Di sisi lain, beras murah juga masih tersedia dengan harga terjangkau. Namun Bapanas belum dapat memastikan kondisi harga maupun ketersediaan beras premium karena belum ditemukan di lokasi pemantauan.
”Beras premium belum kelihatan, sehingga kami belum bisa memberikan informasi terkait dengan kondisi beras premium di pasar ini,” katanya.
Dia mengatakan, pemantauan kali ini difokuskan pada komoditas beras, meski secara umum pemerintah memantau 11 komoditas pangan pokok. Sementara terkait kenaikan harga ayam dan telur, pihaknya masih akan mengkaji penyebabnya sebelum menentukan kebijakan lanjutan, termasuk kemungkinan penyesuaian HET.
“Pemerintah akan melihat kondisi ini terjadi karena apa, penyebabnya apa. Apakah nanti perlu melakukan penyesuaian kembali terhadap HET, tentunya menunggu kebijakan lebih lanjut,” pungkasnya.(ram/dan)
Editor : Mahmudan