BRI Jaga Shareholder Return di Tengah Pertumbuhan Kredit

Aditya Novrian • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 16:58 WIB
Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi
Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi

JAKARTA, RADAR MALANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan laba bersih konsolidasian Rp31,2 triliun hingga Triwulan II 2026. Angka tersebut tumbuh 17,5 persen secara tahunan. Di tengah ekspansi kredit, BRI memastikan kualitas aset dan permodalan tetap dijaga untuk menopang pertumbuhan bisnis sekaligus menciptakan nilai bagi pemegang saham.

Pertumbuhan laba tersebut berjalan seiring dengan ekspansi kredit BRI yang mencapai 16,2 persen secara tahunan. Di sisi lain, kualitas aset juga menunjukkan perbaikan dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) turun dari 3,0 persen menjadi 2,9 persen.

Permodalan Tetap Dijaga di Atas Target

BRI mempertahankan capital adequacy ratio (CAR) pada level 21,5 persen hingga Triwulan II 2026. Posisi tersebut berada di atas target jangka panjang perseroan yang menetapkan CAR minimal 20 persen.

Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi mengatakan, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi perseroan untuk menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan kebutuhan pengembangan bisnis dalam jangka panjang.

“BRI senantiasa berkomitmen untuk menciptakan nilai yang optimal dan berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham. Terkait dividend payout ratio, kebijakan dividen Perseroan ditetapkan dengan mempertimbangkan berbagai faktor secara komprehensif, termasuk kinerja keuangan, tingkat permodalan, kebutuhan pengembangan bisnis, kondisi perekonomian, serta keputusan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham,” ujar Achmad.

Menurut dia, kemampuan BRI menciptakan shareholder value ditopang fundamental perseroan yang semakin kuat. Pertumbuhan laba yang disertai ekspansi kredit dan perbaikan kualitas aset memberikan ruang untuk menjaga keseimbangan antara imbal hasil bagi pemegang saham dan kapasitas permodalan.

BRI menyebut penciptaan nilai bagi pemegang saham tidak hanya bergantung pada besaran dividen maupun capital gain. Pertumbuhan laba, penguatan fundamental, kualitas aset, dan kemampuan menciptakan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang juga menjadi bagian dari shareholder value.

Dalam konteks tersebut, pertumbuhan modal yang salah satunya berasal dari peningkatan laba menjadi bagian dari strategi pengelolaan modal BRI. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas perseroan dalam membiayai ekspansi sekaligus menangkap peluang bisnis ke depan.

“Yang terpenting, kemampuan BRI dalam menciptakan shareholder value tetap ditopang fundamental yang semakin kuat. Kondisi tersebut memberikan ruang yang memadai bagi BRI untuk menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham dan mempertahankan kapasitas permodalan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” lanjut Achmad.

Achmad mengatakan BRI akan terus mengoptimalkan alokasi modal agar pertumbuhan bisnis tetap berjalan secara sehat. Strategi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan ekspansi bisnis, kualitas aset, profitabilitas, dan kecukupan modal secara bersamaan.

“Kami melihat penciptaan nilai bagi pemegang saham dari perspektif yang jauh lebih luas. Dengan optimalisasi alokasi modal ini, kami berkomitmen untuk menciptakan pertumbuhan laba yang solid, sehingga mampu memberikan hasil dan nilai yang semakin meningkat bagi seluruh pemegang saham,” imbuhnya.

Ke depan, BRI akan menjalankan strategi pertumbuhan secara disiplin. Perseroan menargetkan momentum pertumbuhan tetap terjaga tanpa mengorbankan kualitas aset maupun kapasitas permodalan.

“Fokus kami adalah memastikan setiap keputusan alokasi modal mampu menciptakan nilai yang optimal dalam jangka panjang. BRI akan terus menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil yang atraktif bagi pemegang saham, memperkuat permodalan, serta menyediakan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Dengan demikian, pertumbuhan BRI hari ini dapat menjadi fondasi bagi penciptaan shareholder value yang semakin kuat dan berkelanjutan di masa mendatang,” pungkas Achmad.

Editor : Aditya Novrian
KinerjaKeuangan BBRI Dividen BRI value