Prabowo Dorong Kepemilikan Rekening, BRI Siap Perluas Akses Keuangan Masyarakat

Aditya Novrian • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 13:34 WIB
Prabowo Dorong Kepemilikan Rekening, BRI Siap Perluas Akses Keuangan Masyarakat
Prabowo Dorong Kepemilikan Rekening, BRI Siap Perluas Akses Keuangan Masyarakat

JAKARTA, RADAR MALANG – Presiden Prabowo Subianto mendorong masyarakat Indonesia memiliki rekening perbankan untuk memperluas akses terhadap layanan keuangan formal. Menindaklanjuti arahan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyatakan siap memperluas akses perbankan hingga masyarakat di berbagai wilayah.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas bersama jajaran pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Presiden meminta sejumlah bank, termasuk BRI, mempersiapkan rekening bagi masyarakat.

BRI menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung perluasan kepemilikan rekening. Langkah tersebut tidak hanya diarahkan untuk menambah jumlah rekening, tetapi juga menghubungkan lebih banyak masyarakat dengan ekosistem keuangan formal.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, perluasan akses perbankan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.

“BRI menyambut baik dan siap mendukung arahan Bapak Presiden untuk semakin memperluas kepemilikan rekening masyarakat Indonesia. Bagi kami, ini bukan semata-mata tentang membuka rekening, tetapi bagaimana memastikan semakin banyak masyarakat dapat masuk ke dalam ekosistem keuangan formal serta memperoleh akses terhadap layanan keuangan,” ujar Hery.

Menurut dia, semakin banyak masyarakat terhubung dengan sistem perbankan, semakin terbuka pula peluang penyaluran berbagai program pemerintah secara cepat, transparan, dan efisien.

Pemerintah juga menyiapkan pemanfaatan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang akan dipadankan dengan sistem Bank Indonesia, termasuk dalam ekosistem pembayaran. Penggunaan QRIS juga menjadi salah satu bagian dari penguatan transaksi digital.

Kesiapan BRI didukung jaringan layanan yang telah menjangkau berbagai wilayah Indonesia. Hingga akhir Triwulan II 2026, BRI tercatat memiliki 131 juta nasabah individual.

Jaringan tersebut ditopang 7.377 unit kantor, sekitar 637 ribu e-channel, serta 1,13 juta BRILink Agen. Jaringan agen tersebut telah menjangkau lebih dari 60 ribu desa. Sementara itu, super app BRImo telah digunakan 49,7 juta pengguna hingga Triwulan II 2026.

“BRI memiliki pengalaman panjang dalam melayani masyarakat hingga ke segmen ultramikro dan wilayah pelosok. Infrastruktur yang kami miliki, mulai dari jaringan kantor, e-channel, BRILink Agen hingga BRImo, akan terus kami optimalkan sehingga layanan perbankan semakin dekat, mudah, dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat,” lanjut Hery.

Data pemerintah yang disampaikan dalam rapat tersebut menunjukkan tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93,62 persen. Sementara tingkat literasi keuangan berada di angka 69,57 persen.

Hery menilai penambahan akses rekening perlu dibarengi edukasi dan peningkatan literasi keuangan. Masyarakat tidak hanya perlu memiliki rekening, tetapi juga memahami manfaat dan cara menggunakan layanan perbankan secara aman dan sesuai kebutuhan.

Kepemilikan rekening dapat menjadi pintu masuk menuju layanan keuangan yang lebih luas. Mulai transaksi dan pembayaran, menabung, menerima program pemerintah, hingga memperoleh produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan serta profil nasabah.

Bagi pelaku usaha mikro dan UMKM, rekening juga dapat menjadi bagian dari pencatatan transaksi. Rekam transaksi tersebut pada akhirnya berpotensi mendukung akses pelaku usaha terhadap layanan keuangan formal.

Pemanfaatan pembayaran digital seperti QRIS turut dinilai dapat memperluas keterhubungan masyarakat dan UMKM dengan ekosistem ekonomi digital.

“BRI memandang arahan Presiden ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Ketika masyarakat memiliki akses terhadap rekening dan aktif menggunakannya, kita bukan hanya memperluas inklusi keuangan, tetapi juga membuka akses yang lebih besar terhadap aktivitas ekonomi formal dan berbagai kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Hery.

Ke depan, BRI menyatakan akan mengoptimalkan jaringan fisik, agen, dan kanal digital untuk mendukung perluasan akses keuangan. Strategi tersebut diarahkan agar masyarakat, termasuk kelompok di wilayah yang minim akses perbankan, semakin mudah terhubung dengan layanan keuangan formal.

Editor : Aditya Novrian
BBRI BRI