Dorong Literasi Statistik, BPS Tekankan Pentingnya Selektif dalam Memilih Data di Media Sosial

Bayu Mulya Putra • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 16:56 WIB
LITERASI: Pemateri dan panitia peringatan Hari Statistik Nasional 2026 foto bersama setelah seminar di Gedung D10 FEB UM, kemarin siang (15/9). (FEB UM For Radar Malang)
LITERASI: Pemateri dan panitia peringatan Hari Statistik Nasional 2026 foto bersama setelah seminar di Gedung D10 FEB UM, Selasa (15/9). (FEB UM For Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kemudahan mengakses data di era digital harus diimbangi dengan kecermatan. Selektif dalam memilih informasi sangat dibutuhkan. Setidaknya ada dua poin utama yang wajib diperhatikan. 

 

Yakni memperhatikan sumber data dan metodologi pengumpulan datanya. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umar Sjarifudin menyebut, data dari sumber digital tidak bisa langsung disamakan dengan data statistik resmi. Sebab, umumnya metode pengumpulan datanya berbeda. 

 

”Jangan terus percaya dengan apa yang ada di media sosial dan lain sebagainya. Harus dicermati juga metodologi pengumpulan datanya,” jelas dia dalam agenda Seminar Nasional Hari Statistik yang digelar Pojok Statistik Universitas Negeri Malang (UM), kemarin (15/9).

 

Dia mencontohkan pengumpulan data untuk menghitung harga-harga barang akibat inflasi. BPS memiliki ketentuan mengenai pasar, waktu, kode, hingga responden yang digunakan. Pengumpulan data dilakukan secara rutin dengan metode yang sama.

 

”Big data itu kan sumbernya banyak. Diharapkan semua pihak bisa cermat terkait kebenaran sumber dan metode yang digunakan,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM Dr Heny Kusdiyanti SPd MM menambahkan, pihaknya terus mengupayakan peningkatan literasi statistik. Salah satunya diwujudkan melalui Pojok Statistik di Perpustakaan FEB UM. 

Teknisnya, setiap Rabu pegawai BPS Kota Malang hadir untuk memberikan layanan konsultasi, didukung agen statistik dari kalangan mahasiswa. ”Pojok statistik inilah yang mengarahkan mahasiswa untuk bisa terliterasi terhadap BPS dan literasi terhadap statistik,” kata dia, kemarin (15/9).

 

Mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan survei Sensus Ekonomi yang dikelola BPS. Data statistik BPS dapat dimanfaatkan untuk penelitian mahasiswa, baik dengan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif.

 

Keterlibatan langsung mahasiswa dalam penggalian data menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Data yang akurat dapat mendukung analisis atau pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

 

”Di survei Sensus Ekonomi kami terlibat, kemudian hasil survei tersebut dapat menjadi informasi yang disumbangkan sebagai bahan pertimbangan kebijakan di skala nasional,” ujarnya. (wb1/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
hari statistik nasional seminar statistik literasi statistik BPS Kota Malang FEB UM