Banda Neira - BRI terus mengupayakan langkah untuk menjangkau nasabah ultra mikro di seluruh pelosok negeri. Upaya tersebut dibuktikan dengan aktivitas harian salah seorang account officer BRI, Violend Trintje Ory yang harus menempuh perjalanan selama 45 menit demi menemui nasabah di Banda Neira.
Vio mendapat penugasan dari Ambon untuk membuka Unit Banda, unit baru dan pertama milik PNM di Banda Neira. Account Officer 23 tahun tersebut mendatangi rumah-rumah warga secara langsung untuk melakukan sosialisasi dan memperkenalkan program PNM Mekaar.
Baca Juga: Indeks Bisnis UMKM BRI Triwulan II 2026: Ketahanan UMKM Terjaga, Ditopang Optimisme Prospek Usaha
"Awal kami masuk, mereka ragu. Kami tidak memaksakannya bagi mereka yang terasa ragu. Tapi kami rangkul yang percaya sama kami untuk prosesnya ke depan," ujarnya.
Bagi Vio, pendekatan komunikasi tidak hanya sekedar berbicara dengan calon nasabah, tetapi juga berusaha memahami kondisi dan sudut pandang keluarga untuk membangun kepercayaan secara perlahan.
Meski faktor geografis kerap menjadi tantangan tersendiri, Vio dan rekan-rekan BRI nya tetap menjalaninya dengan lapang hati. Kondisi wilayah yang terkadang tak bisa ditempuh dengan sepeda motor terkadang mengharuskan para officer BRI untuk berjalan kaki demi menemui nasabah.
Kini, informasi mengenai PNM perlahan menyebar melalui warga yang telah bergabung sebagai nasabah.
Bagi Vio, menjadi Account Officer (AO) PNM Mekaar bukan hanya tentang menjangkau calon nasabah, tetapi juga melihat langsung perubahan dalam kehidupan para ibu yang didampinginya. Salah satu pengalaman yang membekas bagi Vio adalah ketika seorang nasabah yang sebelumnya bekerja sebagai asisten rumah tangga memutuskan berhenti bekerja dan mulai berjualan kebutuhan sehari-hari dari rumah setelah memperoleh modal usaha.
Pekerjaan sebelumnya membuat nasabah tersebut harus bekerja dari pagi hingga sore dan memiliki waktu terbatas bersama keluarga. "Saya merasa bersyukur, karena saya jadi penyalur berkat," ujar Vio, yang merasa bahagia dapat melihat para ibu mulai memiliki usaha dan penghasilan untuk membantu keluarganya.
Kisah Vio menggambarkan bagaimana perluasan inklusi keuangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk dan layanan, tetapi juga pada kehadiran tenaga pemasar yang mampu menjangkau dan membangun kepercayaan masyarakat hingga ke tingkat komunitas.
Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi telah melayani 33,8 juta debitur aktif serta mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sinergi BRI, Pegadaian, dan
PNM juga telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas.
Baca Juga: Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa kekuatan Holding UMi tidak hanya terletak pada besarnya ekosistem yang telah dibangun, tetapi juga pada kemampuan seluruh entitas di dalamnya untuk hadir semakin dekat dengan masyarakat.
“Di balik besarnya ekosistem Holding Ultra Mikro, terdapat 74 ribu tenaga pemasar yang setiap hari hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka menjadi jembatan yang menghubungkan layanan keuangan dengan pelaku usaha hingga ke tingkat komunitas untuk membangun kepercayaan, mendampingi, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh,” ujar Dhanny.
Editor : Aditya Novrian