Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Pasar akan menguji kemampuan indeks bertahan di atas level 6.500 setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Kabarbursa.
Pada penutupan perdagangan Kamis (27/8/2026), IHSG melesat 116,06 poin atau 1,81 persen ke posisi 6.521,75. Kenaikan itu ditopang volume beli yang solid, dan indeks masih bertahan di atas garis MA20.
Baca Juga: Paradoks 7 Persen: Literasi Syariah 43 Persen, Mengapa Nasabah Masih Enggan?
Berdasarkan analisis teknikal MNC Sekuritas, IHSG saat ini diperkirakan berada pada wave iv dari wave (c). Posisi tersebut membuka peluang koreksi ke area 6.290–6.394 sebelum indeks kembali melanjutkan kenaikan menuju sekitar 6.666.
Support terdekat IHSG berada di level 6.373 dan 6.272, sedangkan resistance di 6.599 dan 6.705. Dalam skenario sideways, indeks diproyeksikan bergerak di kisaran utama 6.450–6.580.
Dari dalam negeri, iklim pasar mulai membaik setelah aksi demonstrasi di Gedung DPR berakhir damai. Investor juga memantau pembahasan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset yang ditargetkan rampung pada Desember 2026. Sementara dari luar negeri, pelaku pasar menanti pidato Ketua Federal Reserve dalam simposium Jackson Hole untuk membaca arah kebijakan moneter Amerika Serikat berikutnya.
Baca Juga: Cara Memilih Masker yang Tepat Saat Kualitas Udara Memburuk
Untuk perdagangan hari ini, sejumlah saham masuk radar rekomendasi. Saham DEWA melonjak 6,67 persen ke Rp448 disertai peningkatan volume beli. Saham ini direkomendasikan trading buy di rentang Rp436–Rp444 dengan target harga Rp456 dan Rp478, serta stop loss di bawah Rp428.
"DEWA juga menjadi perhatian analis lain setelah membentuk pola piercing pattern," ujar analis pasar.
Saham ENRG naik 2,05 persen ke Rp1.245 dengan rekomendasi buy on weakness di Rp1.210–Rp1.235, target Rp1.270 dan Rp1.330, serta stop loss di bawah Rp1.205. Lalu ICBP menguat 1,27 persen ke Rp7.950 dengan rekomendasi buy on weakness di Rp7.800–Rp7.950, target Rp8.075 dan Rp8.275, serta stop loss di bawah Rp7.750.
Adapun PTRO naik 4,42 persen ke Rp5.075 dan bertahan di atas MA20. Saham ini direkomendasikan buy on weakness di Rp5.025–Rp5.075 dengan target Rp5.200 dan Rp5.425, serta stop loss di bawah Rp4.960.
Baca Juga: Memorabilia Agnez Mo Kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
Untuk saham berkapitalisasi besar, BMRI masih berkonsolidasi di bawah resistance Rp4.290 dengan support di Rp3.780. TLKM bergerak mendatar di rentang Rp2.570–Rp2.630 dan masih bertahan di atas support MA50. Sementara AMMN direkomendasikan untuk day trading dengan area beli sekitar Rp4.390, target take profit Rp4.570, dan stop loss Rp4.300.
Editor : Aditya N. RianSumber : Dari berbagai sumber