Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.890 per Dolar AS, Pasar Nantikan Data Cadangan Devisa

Difa Aurelia Rahmayanti • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi penukaran mata uang dolar AS dan rupiah. (Foto: achmadnurhidayat.id)
Ilustrasi penukaran mata uang dolar AS dan rupiah. (Foto: achmadnurhidayat.id)

MALANG, RADAR MALANG – Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp17.890 per dolar AS atau menguat 0,03 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya Rp17.895 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi setelah mata uang Garuda sempat dibuka di level Rp17.875 per dolar AS. Pergerakannya kemudian berbalik hingga menyentuh Rp17.915 sebelum kembali menguat menjelang penutupan perdagangan.

Pergerakan rupiah turut dipengaruhi pelemahan indeks dolar AS (DXY). Pada pukul 15.00 WIB, DXY turun 0,12 persen ke level 102,049. Pelemahan dolar terjadi seiring berkurangnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada Oktober.

Sentimen positif lainnya datang dari harga minyak global yang turun. Harga minyak Brent melemah sekitar 0,8 persen menjadi 99,49 dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) turun 1,1 persen menjadi 88,43 dolar AS per barel. Penurunan harga minyak berpotensi mengurangi tekanan impor energi Indonesia.

Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi sejumlah data ekonomi. Pasar menantikan rilis cadangan devisa Indonesia periode September yang dijadwalkan pada Rabu (7/10/2026). Data tersebut menjadi salah satu indikator ketahanan eksternal sekaligus faktor penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Baca Juga: Rupiah Menguat Hari Ini, Pertama Kali Sentuh 17.531 Dalam 2 Bulan Terakhir

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Dari berbagai sumber
rupiah menguat dollar