Cabai Rawit Tembus Rp102 Ribu, Warung dan Dapur Rumah Tangga Mulai Menjerit

Aqila Sahira Dewi • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 13:52 WIB
Foto Cabai Rawit (Pinterest)
Foto Cabai Rawit (Pinterest)

RADAR MALANG – Harga cabai rawit merah kembali bikin kantong terasa pedas. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, harganya menembus Rp102.250 per kilogram pada Kamis (8/10/2026). Angka ini naik dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai rawit. Cabai merah keriting naik 9,31 persen menjadi Rp81.000 per kilogram, sedangkan cabai merah besar berada di Rp63.250 per kilogram. Cabai rawit hijau dilaporkan turun tipis, tetapi harganya masih Rp67.550 per kilogram.

Menteri Perdagangan menjelaskan, kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh faktor produksi. Pasokan cabai menurun akibat cuaca dan faktor musiman. Kondisi ini berdampak langsung pada daya beli dan pengeluaran harian rumah tangga.

Baca Juga: Kenapa Harga Cabai di Pasar Besar Malang Bisa Berbeda Tiap Pedagang? Ini Kata Penjual

Bagi rumah tangga, harga tersebut membuat belanja dapur makin ketat. Bagi pemilik warung dan penjual makanan pedas, cabai adalah bahan yang sulit digantikan, sehingga biaya produksi berpotensi ikut naik. Pembeli bisa menyiasatinya dengan mengurangi porsi cabai atau mencampur cabai rawit merah dengan cabai rawit hijau yang harganya lebih murah.

Harga cabai rawit merah sebenarnya sudah berada di sekitar Rp100 ribu sejak awal Oktober. Pada Senin (5/10/2026), harganya tercatat Rp103.250 per kilogram. Selama pasokan belum pulih, harga berpotensi bertahan tinggi.

Masyarakat bisa memantau harga harian lewat situs resmi PIHPS Bank Indonesia di https://www.bi.go.id/hargapangan agar lebih cermat mengatur belanja.

Baca Juga: Kenapa Harga Cabai di Pasar Besar Malang Bisa Berbeda Tiap Pedagang? Ini Kata Penjual

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
PIHPS cabai rawit harga pangan harga cabai inflasi