Adalah drg Dani 'Dokdan' Sugeng yang berinisiatif meminjamkan oximeter secara gratis dikarenakan tergugah melihat membludaknya layanan darurat di rumah sakit akibat tingginya angka kasus baru Covid-19. "Banyak masyarakat yang positif Covid 19 yang terpaksa harus isoman karena UGD penuh, ICU antri, dan rumah sakit penuh. Sehingga tidak ada pilihan lain selain isoman," ujar Dokdan.
Menurutnya Oximeter sangat penting untuk terus memantau saturasi oksigen secara berkala saat melakukan isolasi mandiri baik di rumah maupun di tempat isolasi bersama. Dia mengatakan, beberapa hal fatal yang mungkin saja terjadi jika pasien acuh tak acuh dengan saturasi oksigen yang hanya bisa ditunjukkan oleh alat Oximeter.
Salah satu yang patut diwaspadai adalah munculnya Happy Hypoxia Syndrom. Happy Hypoxia Syndrom sendiri ialah suatu keadaan dimana pasien tidak mengetahui kadar oksigen dalam darah terlampau rendah yang bisa mengakibatkan kematian jika telat penanganan.
"Saya ingin membantu saudara-saudara diluar sana yang sedang melakukan Isoman untuk memonitor secara mandiri kandungan oksigen dalam darahnya," imbuh dia.
Peminjaman Oximeter gratis untuk pasien Isoman Covid 19 ini menggunakan dana pribadi. Sementara itu, dia juga mengatakan akan terus mengupayakan berjalannya program peminjaman Oximeter gratis ini hingga pandemi berakhir.
"Doakan saja bisa terus berjalan sampai pandemi mereda dan masyarakat sudah tidak membutuhkan Oximeter lagi," ungkap Sugeng ketika ditanya kapan berakhirnya program peminjaman Oximeter gratis miliknya itu.
Lebih lanjut, sebagai perencana awal sekaligus eksekutor program tersebut, Sugeng menyampaikan harapan ke depannya dalam menanggapi pandemi yang tak kunjung usai ini. "Semoga peminjaman Oximeter gratis ini bisa untuk kontrol saturasi oksigen selama isoman, sehingga tidak perlu beli mahal-mahal" pungkasnya.
Pewarta: Andika Satria Perdana
Editor : Ahmad Yani