"Sudah turun jauh. Kasus positif kita (Kota Malang) sekarang tinggal 60. (Pasien) isolasi di isoter Jalan Kawi itu sudah tinggal sekitar 23 dari total tempat tidur ada 250," beber Sutiaji Kamis (23/9). Jumlah ini turun drastis jika dibandingkan dengan kondisi pada Agustus lalu.
Politikus Partai Demokrat itu menambahkan, positivity rate di Kota Malang kini sudah turun ke presentase 4 persen. "Itu dibawah target, kalau kata WHO itu bisa dikendalikan apabila sudah mencapai lima persen," ucapnya.
Sementara angka kematian masih relatif tidak berubah. "Masih 7,2 persen untuk angka kematian," tambah dia.
Sementara untuk testing dan tracing, Kota Malang sudah mencapai 1 per seribu jumlah penduduk. "Ini sudah tercapai 100 persen," tambah Sutiaji.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif pun membenarkan adanya penurunan kasus positif Covid-19 di Kota Malang. "Penanganan di semua tingkat dari kota sampai kelurahan lancar semua," kata dia.
Husnul menyebut, kasus aktif di Kota Malang saat ini masih berkisar di angka puluhan. "Kasus aktif kita 70. Tren penurunan ini sudah nampak mulai 13 September lalu," bebernya.
70 kasus tersebut antara lain terdiri dari isoter di Jalan Kawi sebanyak 28 orang, isolasi mandiri 1 orang dan yang dirawat di rumah sakit sebanyak 41 pasien. Penurunan itu, menurut Husnul juga merupakan hasil dari penerapan kebijakan PPKM. "Jadi (PPKM) ini cukup efektif karena masyarakat juga mendukung," pungkas dia.
Pewarta: Biyan Mudzaky Editor : Farik Fajarwati