SeorangRADAR MALANG - Di tengah meningkatnya gelombang mutasi virus Covid-19, warga Vietnam justru berbondong-bondong pergi ke tempat pemungutan suara, Minggu (23/5). Negara berjuluk The Blue Dragon itu tengah menggelar pesta demokrasi pemilihan anggota parlemen.
Dilansir dari Al Jazeera pada Minggu (23/5), pemilihan parlemen ini digelar setiap lima tahun sekali.
Hampir 69,2 juta pemilih terdaftar akan memilih anggota dewan di tingkat provinsi dan kabupaten.
"Saya berharap semua pemilih, mengetahui peran mereka sebagai pemilik negara, akan bergabung dalam pemungutan suara untuk memilih kandidat yang paling tepercaya dan layak untuk mewakili suara mereka," kata ketua Majelis Nasional, Vuong Dinh Hue sebelum pemilihan.
Sebagai catatan, sekitar 92 persen calon Majelis Nasional adalah anggota Partai Komunis yang juga calon independen.
Jumlah calon yang tidak berasal dari anggota partai mengalami penurunan tahun ini. Yakni sebanyak 74 orang, sementara pada pemilihan di pemilu sebelumnya yakni 2016 tercatat sebanyak 97 calon. Media lokal mengatakan, jumlah wakil majelis yang bukan anggota partai berkurang setengahnya dalam tiga pemilihan terakhir.
Data resmi menunjukkan bahwa 99 persen dari 67,5 pemilih terdaftar di Vietnam berpartisipasi dalam pemilu 2016.
Pemilihan tersebut berlangsung saat Vietnam memerangi wabah Covid-19 baru yang telah menyebar dengan cepat. Mutasi virus korona itu menginfeksi 2.066 orang sejak muncul pada akhir April.
Di distrik Long Bien, Hanoi misalnya, sekitar 30 pemilih terlihat berbaris di bilik suara untuk menunggu giliran menyoblos. Semuanya terlihat mengenakan masker.
Sebelum mengantri, para pemilih terlebih dahulu di ukur suhu tubuhnya. Masker gratis dan cairan pembersih tangan pun disediakan oleh panitia pemungutan suara.
Hue mengatakan, pemungutan suara ini adalah yang pertama di tengah wabah virus korona.
Dia mengatakan penyelenggara telah mengambil tindakan untuk memastikan pemilihan akan berlangsung dengan aman.
Sementara hasil pemilu akan diumumkan setelah sekitar dua minggu.
Penulis: Talitha Azmi F.
Editor : Farik Fajarwati