Melansir dari abc.go.com Kamis (9/9), peta yang dinamai ‘Allen Coral Atlas’ itu tidak lepas dari inisiatif pendiri Microsoft, Paul Allen. Dia melakukan konservasi terhadap terumbu karang, serta melakukan kajian mendalam tentang perencanaan kelautan, dan ilmu karang. Tindakan itu sejalan dengan peneliti yang mencoba untuk menyelamatkan ekosistem laut akibat perubahan iklim.
Penyelesaian peta yang mencakup wilayah global itu diumumkan pada hari Rabu (9/9). Kelebihannya, peta ini memiliki resolusi yang tinggi ketimbang lainnya.
Hal ini akan menjadikan pengguna mampu melihat informasi secara rinci tentang terumbu karang. Selain itu, pengguna juga bisa melihat berbagai jenis struktur bawah laut seperti pasir dan batu.
Peta yang mencakup area hingga kedalaman 15 meter ini digunakan untuk menginformasikan tentang kawasan kebijakan perlindungan laut juga perencanaan tata ruang infrastruktur. Di antaranya seperti dermaga dan tembok laut, serta proyek restorasi karang yang akan datang.
Greg Asner, Direktur Pelaksana Atlas dan Direktur Pusat Penemuan dan Konservasi Global Universitas Negeri Arizona mengutarakan keberhasilan timnya dalam kontribusi untuk memetakan seluruh bioma terumbu karang.
Dalam pembuatannya, dia mengandalkan ratusan kontributor lapangan yang memberikan informasi lokal kepada tim tentang terumbu karang. Sehingga, mereka dapat memprogram satelit dan perangkat lunak untuk fokus pada area yang tepat.
Atlas juga mencakup monitor pemutihan karang untuk memeriksa karang yang tertekan akibat pemanasan global dan faktor lainnya. Asner juga mengungkap sekitar tiga perempat terumbu karang di dunia belum pernah dipetakan secara mendalam dan ada yang belum pernah dipetakan sama sekali.
Penulis: Dela Romadhona Editor : Farik Fajarwati