RADAR MALANG - Elon Musk, CEO Tesla dan X (dulu Twitter), baru-baru ini memicu kontroversi dengan komentarnya yang menyebut Cardi B sebagai "boneka" dan bagian dari kampanye politik yang kurang otentik.
Dalam unggahannya, Musk menyindir Cardi dengan berkata, "Another puppet who can’t even talk without being fed the words. The Kamala campaign has no authenticity or true empathy," seolah-olah menyatakan bahwa Cardi hanyalah alat kampanye Kamala Harris tanpa suara asli.
Namun, respons Cardi B tidak kalah tajam.
Ikon budaya pop Amerika ini menjawab secara langsung, mengungkapkan latar belakangnya yang penuh perjuangan.
“I’m not a puppet, Elon,” tegasnya.
Cardi menjelaskan bahwa ia adalah putri dari dua orang tua imigran yang bekerja keras untuk keluarganya.
Ia juga menyebut dirinya sebagai produk dari sistem kesejahteraan Amerika, Section 8, dan kemiskinan, menegaskan bahwa ia bukan sekadar "boneka" seperti yang digambarkan Musk.
Cardi juga menambahkan sindiran yang mengarah ke posisi Musk sebagai pengusaha miliarder yang mungkin jauh dari realitas perjuangan sehari-hari di Amerika.
"You don’t know not one thing about the American struggle,” ujar Cardi, sambil menambahkan permintaan tambahan, “PS fix my algorithm,” sebagai sindiran kepada Musk terkait perubahan algoritma di platform X yang sering dikeluhkan banyak pengguna.
Kontroversi ini terus memanas seiring semakin dekatnya pemilihan Presiden AS.
Masih belum jelas apakah Musk akan merespons kembali atau akan membiarkan percakapan ini berlanjut di antara para pengligemar dan pengikut kedua figur besar tersebut.(fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana