Radar Malang - Dilansir dari unggahan video @cobeh2022 pada aplikasi X (dulunya bernama Twitter) terlihat sekelompok pemuda Ghana menolak pemberian bantuan sosial (bansos) berupa beras dari pejabat negara.
Video tersebut sudah ada sejak tahun 2021, dan kembali viral di media sosial akhir akhir ini.
Mereka mengembalikan beras kiriman pejabat sebagai bentuk protes atas kondisi mereka yang lama menganggur.
Tak butuh bantuan sosial (bansos), mereka menekankan pejabat negara Samuel Abu Jinapor menepati janji kampanye nya yaitu menciptakan lapangan pekerjaan bagi pemuda Ghana.
Bantuan Sosial (bansos) merupakan hadiah rutinan dari politisi selama kampanye dan perayaan keagamaan seperti Natal dan Idul Adha.
Video tersebut viral saat anggota parlemen Samuel Abu Jinapor menyumbangkan makanan kepada konstituennya untuk merayakan Idul Adha pada 18 Juli 2021.
Seidu Sachibu selaku pemuda Ghana mengungkapkan, ia melihat beberapa truk besar melewati wilayahnya. Ketika diikuti ternyata truk truk tersebut membawa beberapa karung beras.
"Kami katakan kepadanya, kami adalah kaum muda dan Anda, para eksekutif, tahu tantangan yang kami hadapi dalam hal pengangguran. Jadi kami mengembalikan hadiah tersebut kepada anggota parlemen kami," jelasnya, diberitakan The Westside Gazette Minggu (5/8/2021) silam.
Lantas video pemuda Ghana yang telah lama tayang ditahun 2021 tersebut, kembali viral lagi saat ini sebagai tolak ukur atau pembeda kualitas dalam segi mentalitas pemuda di negara Ghana dan Indonesia.
Banyak yang mengatakan, pemuda Ghana memiliki mentalitas juara dengan tidak mau bergantung pada pemerintah. Berbeda dengan pemuda Indonesia yang mudah terprovokasi dan menginginkan semua hal secara instan. (Dzulfiqar Arifuddin)
Editor : Aditya Novrian