Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

China Jawab Trump Terkait BRICS, Ancaman AS Hanya Memperkuat Tekad Kami

Aditya Novrian • Rabu, 4 Desember 2024 | 18:20 WIB
Lin Jian Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China (Foto: ANTARA/Desca Lidya Natalia).
Lin Jian Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China (Foto: ANTARA/Desca Lidya Natalia).

RADAR MALANG - China dengan tegas mengecam ancaman Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengenakan tarif 100 persen terhadap negara-negara anggota BRICS yang sedang mempercepat langkah menuju de-dolarisasi.

Dalam pernyataan resmi, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan bahwa BRICS akan tetap berfokus pada kerja sama ekonomi yang inklusif dan tidak memihak konfrontasi geopolitik.

Lin Jian mengatakan sebagai platform kerja sama utama bagi negara berkembang, BRICS mengedepankan keterbukaan dan kemitraan saling menguntungkan, bukan rivalitas yang merugikan dalam konferensi pers di Beijing.

Baca Juga: Pemberontak Kejutkan Rezim Assad, Kota Aleppo Terancam Kembali Dikuasai

Ia menambahkan bahwa China siap terus mendukung langkah BRICS dalam mengurangi dominasi dolar AS dalam perdagangan internasional.

"Ini merusak stabilitas ekonomi dan keuangan internasional serta mengganggu tatanan internasional," kata Liu menurut informasi yang didapat dari Newsweek.

Trump sebelumnya menyatakan melalui media sosialnya bahwa AS tidak akan tinggal diam jika negara-negara BRICS terus mencari alternatif mata uang untuk menggantikan dolar AS.

Baca Juga: Trump Ancam BRICS, Jangan Ciptakan Mata Uang Baru atau Hadapi Tarif Besar

Ancaman ini memicu respons keras dari China, yang menuding AS memanfaatkan hegemoni dolarnya untuk mengalihkan krisis ekonomi domestik ke dunia internasional.

BRICS yang kini mencakup 11 negara setelah perluasan tahun 2023 mewakili lebih dari 40 persen populasi global dan seperempat ekonomi dunia.

Negara-negara anggotanya, termasuk China, aktif mendorong penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan, yang dianggap sebagai langkah strategis untuk melemahkan ketergantungan pada dolar.

Baca Juga: Jelang Derby Jatim, Arema FC Belum Komplet Lawan Persebaya

Lin Jian menegaskan bahwa China akan terus memperkuat kolaborasi dengan anggota BRICS untuk mendorong stabilitas ekonomi global dan menciptakan sistem keuangan yang lebih adil.

Dengan seperti itu bisa dikatakan ancaman AS hanya memperkuat tekad mereka untuk menciptakan keadilan. (rie)

Editor : Aditya Novrian
#amerika serikat #mata uang #Tiongkok #China #brics #dollar