RADAR MALANG - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus mengonfirmasi bahwa seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Suriah dalam kondisi aman.
Pernyataan ini disampaikan melalui media sosial KBRI Damaskus pada Minggu (8/12) menyusul situasi konflik yang mencapai puncaknya dan memasuki ibu Kota Suriah.
"Dilaporkan bahwa seluruh WNI di Suriah dalam keadaan aman," tulis KBRI Damaskus.
Imbauan juga diberikan kepada para WNI untuk tetap tenang, tidak keluar rumah, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI.
Menurut data Imigrasi Suriah, terdapat 1.162 WNI di negara tersebut, sebagian besar merupakan pekerja migran.
Sebanyak 19 di antaranya berada di shelter KBRI Damaskus.
Baca Juga: Komunikolog Mohon Jokowi Berteriak Soal Bantuan Suriah-Turkiye
Kementerian Luar Negeri RI melaporkan bahwa sempat terjadi peluru nyasar yang menembus atap ruang rapat KBRI. Beruntung, tidak ada korban dalam insiden tersebut.
Kelompok oposisi berhasil menguasai Damaskus dan mengklaim berakhirnya rezim Bashar al-Assad.
Pasukan mereka dilaporkan mulai memasuki Damaskus dari sisi selatan pada Sabtu (7/12) dan berhasil merebut kendali ibu kota pada Minggu dini hari.
Pernyataan resmi dari oposisi menyebutkan bahwa mereka telah mengakhiri “era kegelapan” dan memulai “era baru Suriah”.
Baca Juga: Begini Penjelasan Konflik Hisbullah Milisi Lebanon versus IDF Israel
Pertempuran yang menjadi babak akhir dari konflik yang telah berlangsung sejak 2011 itu dimulai dan 27 November lalu.
Pasukan oposisi berhasil merebut wilayah-wilayah strategis seperti Idlib, Aleppo, dan Hama. Puncaknya adalah kejatuhan Ibu Kota Suriah, Damaskus.
Meskipun pertempuran mulai mereda setelah Presiden Bashar al-Assad meninggalkan ibu kota, keamanan di wilayah tersebut masih belum stabil.
KBRI Damaskus telah menetapkan status Siaga 1, status keamanan tertinggi, untuk seluruh wilayah Suriah.
Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa mereka bersama KBRI Damaskus terus memantau perkembangan situasi secara intensif untuk memastikan keselamatan seluruh WNI di Suriah.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan dari perwakilan resmi RI. (Mahija)
Editor : Aditya Novrian