RADAR MALANG - Situasi di Suriah semakin memanas setelah laporan mengenai penyusupan tentara Israel ke wilayah tersebut, di tengah pengunduran diri Presiden Bashar al-Assad.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam tindakan Israel yang dianggap melanggar integritas teritorial Suriah.
Ia menyerukan negara-negara Timur Tengah untuk waspada terhadap langkah-langkah Israel yang berpotensi merugikan rakyat di kawasan ini.
Baca Juga: Serangan Israel Hancurkan Rumah Sakit di Gaza, Situasi Kemanusiaan Makin Memprihatinkan
Pada hari Minggu (8/12), pasukan Israel dilaporkan telah menduduki pos Suriah di Gunung Hermon setelah tentara Suriah meninggalkan posisinya.
Juru bicara Angkatan Pertahanan Israel (IDF) mengimbau penduduk di lima kota perbatasan untuk tetap berada di rumah demi keamanan.
Dalam konteks ini, Netanyahu menegaskan bahwa perjanjian pemisahan dengan Suriah tidak lagi berlaku setelah ketidakstabilan yang melanda negara tersebut.
Baca Juga: Rayakan Kemenangan dengan gulingkan Presiden Assad, Pemberontak Suriah Berhasil Kuasai Hom
Kejadian ini juga mencerminkan kekhawatiran Iran terhadap pengaruh Israel yang semakin besar.
Media internasional melaporkan bahwa Iran mulai merasa geram terhadap situasi ini, yang berpotensi mengancam posisi mereka sebagai sekutu Assad.
Sumber dari Kremlin menyatakan bahwa Assad dan keluarganya telah meninggalkan Suriah dan mendapatkan suaka di Moskow, menambah kompleksitas konflik ini.
Baca Juga: Kemenangan Trump di Pilpres AS 2024 Memicu Reaksi Hamas, Hizbullah, dan Iran
Dengan jatuhnya rezim Assad dan meningkatnya aktivitas militer Israel, ketegangan antara negara-negara di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan terus meningkat.
Kejadian ini menunjukkan bahwa konflik Suriah masih jauh dari akhir, dan dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh wilayah. (rie)
Editor : Aditya Novrian