Wabah Kolera di Sudan Selatan, Sebanyak 60 Orang Tewas

Aditya Novrian • Dipublikasikan Minggu, 15 Desember 2024 | 17:30 WIB
Wabah korela di Sudan Selatan (Foto:  ANTARA/Anadolu/PY)
Wabah korela di Sudan Selatan (Foto: ANTARA/Anadolu/PY)

RADAR MALANG - Wabah kolera yang melanda Sudan Selatan semakin parah, dengan laporan terbaru menyebutkan hampir 60 orang telah tewas akibat penyakit ini.

Otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi bahwa jumlah kasus kolera terus meningkat, dengan lebih dari 6.000 kasus tercatat di berbagai wilayah, terutama di kalangan pengungsi yang tinggal di kondisi yang sangat memprihatinkan.

Menteri Kesehatan Sudan Selatan, Yolanda Awel Deng, menyatakan bahwa pemerintah sedang berupaya keras untuk mengendalikan penyebaran wabah ini.

Baca Juga: Dubes Suriah Minta PBB Intervensi, Serangan Israel Dinilai Pelanggaran Berat

"Kami bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dalam sektor kesehatan dan sanitasi untuk memastikan risiko penyebaran dapat diminimalkan," ujarnya dikutip dari ANTARA.

Ia juga menekankan pentingnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak sebagai langkah pencegahan.

Wabah ini pertama kali diumumkan pada akhir Oktober 2024, ketika otoritas menemukan puluhan kasus dugaan kolera di daerah Renk, negara bagian Nil Hulu.

Baca Juga: Serangan Israel Hancurkan Rumah Sakit di Gaza, Situasi Kemanusiaan Makin Memprihatinkan

Sejak saat itu, situasi semakin memburuk, dan upaya penanganan semakin mendesak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF juga telah memberikan dukungan dengan mengirimkan pasokan medis dan vaksin untuk membantu mengatasi krisis ini.

Kolera adalah infeksi bakteri yang dapat menyebabkan diare parah dan dehidrasi. Penyakit ini sering muncul di daerah dengan sanitasi yang buruk dan akses terbatas terhadap air bersih.

Dengan kondisi yang semakin kritis, dunia internasional diharapkan dapat memberikan bantuan untuk meringankan dampak wabah ini di Sudan Selatan. (rie)

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Anadolu, Antara
sudan kolera Wabah