Radar Malang - Batam bersiap menjadi pionir dengan menghadirkan Light Rail Transit (LRT) gantung, sebuah proyek transportasi modern yang diproyeksikan mulai dibangun pada 2025.
Proyek strategis ini akan menghubungkan Bandara Hang Nadim dengan Pelabuhan Batam Center sepanjang 11 kilometer, menawarkan solusi transportasi efisien sekaligus mendukung interkoneksi internasional antara Indonesia dan Singapura.
Dengan nilai investasi mencapai Rp 1,7 triliun, proyek ini menggandeng investor dari Singapura dan China.
Dirancang berbentuk kapsul ringan dengan kapasitas 10-20 orang, LRT gantung ini membutuhkan area penopang minimal, sehingga dinilai sangat efisien dalam penggunaan ruang.
"Inovasi ini tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong daya tarik Batam sebagai pusat investasi dan pariwisata internasional," ujar salah satu perwakilan dari otoritas pengelola kawasan Batam.
Rencana pengembangan tidak berhenti pada rute Hang Nadim-Batam Center.
Studi kelayakan tambahan akan menjajaki potensi ekspansi ke wilayah strategis lain seperti Batu Ampar dan Rempang, menjadikan LRT gantung ini sebagai tulang punggung transportasi modern di Batam.
Jika berhasil, proyek ini akan menjadi contoh sukses kolaborasi internasional yang mampu membawa inovasi sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Dengan target masa konsesi hingga 35 tahun, LRT gantung diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang bagi Batam. (Dzulfiqar Arifuddin)
Editor : Aditya Novrian